SuaraBandungBarat.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto kunjungi Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri ) Pada, Rabu (28/9).
Dalam kunjungannya ke Mabes Polri, Prabowo menghadiahkan G2 Elite pada Jenderal Listyo Sigit.
Kunjungan ini juga didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), Inspektorat Jenderal (Irjen), dan Pejabat Kemhan lainnya untuk bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri.
Setibanya di kantor Mabes Polri, Menhan Prabowo disambut dengan Upacara Jajar Kehormatan (Jarmat).
Kedatangan Menhan Prabowo juga sekaligus langsung diterima oleh Kapolri yang dilanjutkan dengan perbincangan yang berlangsung hangat.
“Saya tadi banyak bicara kita butuh kepolisian yang kuat dan tangguh,” ujar Menhan Prabowo seperti dikutip disway.id dari laman resmi Kemenhan, Rabu, 28 September 2022.
Pada kesempatan tersebut Menhan Prabowo juga mengungkapkan Indonesia perlu TNI dan Polri yang kuat dan bersinergi untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Indonesia.
“TNI dan Polri menurut saya adalah jaminan terakhir NKRI. Kita perlu TNI yang kuat Polri yang kuat. Saya juga akan mendukung pembangunan kepolisian yang kuat,” jelasnya.
Menhan Prabowo dalam kesempatan tersebut juga memberikan cenderamata kepada Kapolri berupa pistol G2 Elite berwarna silver dan hitam.
Baca Juga: Tips Kesehatan Batin: Rezeki Berkaitan dengan Suasana Hati, Ini Penjelasan Dokter Zaidul Akbar
Cenderamata berupa G2 Elite tersebut merupakan buatan industri pertahanan dalam negeri PT Pindad.
Sejauh ini hasil produksi Pindat sendiri telah mendapat pengakuan dari berbagai negara.
Salah satunya kendaraan tempur buatan PT. Pindad telah berhasil menarik perhatian Menteri Luar Negeri Kenya, Raychelle Omamo dan akan digunakan untuk memperkuat pertahanannya.
Bahkan Menteri Luar Negeri Kenya, Raychelle Omamo Menlu Kenya telah berkesempatan untuk melihat produk kendaraan tempur (ranpur) Badak 6x6, Anoa 6x6, kendaraan taktis (rantis) Komodo 4x4, Maung 4x4 serta berbagai kendaraan lainnya.
Tak hanya itu beberapa waktu lalu, PT Pindad dan Safran Electronics & Defense yang merupakan perusahaan optronik, avionik, dan sistem elektronik, serta perangkat lunak untuk aplikasi sipil dan militer asal Perancis membahas kerja sama di bidang bom MK-82 untuk mendukung Highly Agile Modular Munition Extended Range (HAMMER) Smart Bomb.
Direktur Teknologi & Pengembangan Pindad Sigit P. Santosa mengatakan, smart bomb alias bom pintar tersebut nantinya akan digunakan di pesawat tempur Rafale.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!