/
Senin, 12 Juni 2023 | 23:02 WIB
Potret dr. Haekal Anshari (Instagram @dr.haekalanshari)

SUARA BANDUNG BARAT - Banyak pasangan yang ingin menjaga keharmonisan dalam berumah tangga yang salah satunya dilakukan dengan cara melakukan variasi dalam melakukan hubungan seksual.

Salah satu variasi yang acapkali digunakan adalah dengan melakukan aktifitas seksual di dalam kolam renang, saat mandi atau bathtub.

Berhubungan intim di dalam air sendiri menurut penjelasan dr. Haekal Anshari memang memberikan sensasi dan kesenangan tersendiri. 

"Bathtub, kolam renang, pemandian air hangat, laut atau alam terbuka lainnya adalah contoh lokasi yang mungkin menawarkan aktivitas seksual yang lebih menyenangkan yang mungkin tidak dirasakan saat di luar," terang dr. Haekal.

Namun, meskipun ada banyak hal yang harus diwaspadai terhadap segala risiko yang dapat menyebabkan kefatalan salah satunya infeksi menular seksual (IMS).

"Bahkan risiko cedera akibat terpeleset, jatuh, atau tenggelam, ditambah lagi dengan risiko privasi atau norma sosial yang terlanggar bila melakukannya di tempat umum," papar dr. Haekal mewanti-wanti orang yang akan melakukan hubungan intim di tempat yang sedikit terbuka.

Banyak pula mitos yang bertebaran di masyarakat bahwa air akan menambah lubrikasi pada area intim wanita, menurut dr. Haekal justru sebaliknya air akan mengikis lubrikasi alami wanita dan membuat nyeri saat penetrasi.

"Luka lecet dan tingkat keasaman (pH) air yang lebih rendah atau tinggi daripada pH alami vag*na akan mengundang kuman patogen termasuk IMS apalagi bila melakukannya tanpa kondom," terang dr. Haekal.

Lantas ia pun memberikan penjelasan tentang kandungan air yang berbeda-beda di setiap tempatnya. Air keran dalam bathtub menurutnya mengandung kuman dari pipa saluran bawah tanah.

Baca Juga: PBSI: 3 Wakil Tunggal Putra Siap All Out di Indonesia Open 2023

Air kolam mengandung klorin dan kaporit, sedangkan air laut memiliki kandungan garam yang tinggi dan juga hidup di dalamnya mikrobiota yang hidup di dalamnya.

"Kandungan di dalam air tersebut dapat menganggu keseimbangan alami pH vagina sehingga mengundang kuman patogen untuk hidup dan menyebabkan iritasi di dalam rongga vagina," tulis dr. Haekal. 

Selain itu bagi Anda pasangan suami istri yang sedang menjalani program KB, melakukan aktifitas seksual di dalam air ini juga tetap berpotensi mengalami kehamilan.(*)

Load More