Suara Bandung Barat - Simak kajian dari Buya Yahya berikut adalah cara mendidik anak yang baik sesuai dengan syariat Islam.
Ulama kondang, sekaligus pimpinan pondok pesantren Al Bahjah, memberikan kiat-kiat dalam mendidik anak yang baik.
Ia menuturkan bahwa mendidik adalah kewajiban bagi orang tua, anak adalah anugerah dan titipan yang diberikan oleh Allah SWT. Terkadang karena tanggung jawab yang besar ini orang tua mudah marah dalam mendidik anaknya yang menurutnya nakal dan lain sebagainya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa orang tua tidakperlu marah dalam Mendidik anaknya, ketika seorang anak dianggap melakukan perbuatan yang berlebihan, tidak perlu sampai marah-marah untuk mengingatkannya bahkan sampai mengeluarkan kata-kata kotor.
Lalu, bagaimana mendidik anak agar ia patuh terhadap perkataan kita? Berikut adalah penjelasannya dari Buya Yahya.
Dalam pandangan Buya Yahya orang tua yang terlalu keras dalam Mendidik anaknya yang menurutnya telah melakukan sesuatu yang tidak pantas tentunya akan mengganggu mental sang anak.
Semestinya sebagai orang tua tidak memperlakukan anak dengan seenaknya yang dapat menghancurkan mentalnya apalagi melakukan dengan ditambah unsur kekerasan.
"Dengan kekerasan, dengan kalimat yang keras. Astagfirullah, kita harus melakukannya dengan kelembutan," ujar Buya Yahya.
Menurut ulama kharismatik tersebut, dengan bersikap lembah lembut dalam mendidik anak adalah salah satu hal yang paling diutamakan ketimbang dengan melakukan hal-hal yang dianggap keras.
Baca Juga: 4 Cara Siapkan Tabungan Pendidikan Anak, Apa Saja yang Harus Dipertimbangkan?
"Mendidik mereka (anak) dengan cara-cara yang lemah lembut, maka dipastikan sifat kasar akan terpangkas," lanjutnya.
Hal tersebut akan menjadi contoh bagi si Anak, bahwa orang tuanya bersikap lembut meskipun ia telah melakukan sesuatu yang dianggap berlebihan, sehingga akan membuatnya mengambil contoh dari orang tuanya sendiri.
Dan sebaliknya jika yang ditemui si anak adalah suatu perbuatan yang juga berlebihan dengan kata-kata kasar pula maka anak pun akan semakin berperilaku yang berlebihan.
Apalagi jika dilakukan dengan kekerasan fisik, hal tersebut akan membuat si anak terganggu psikologinya.
"Dengan secara fisik maka akan memengaruhi anak, psikologinya, wataknya akan menular kepada anak," tegas Buya Yahya.
Lebih lanjut, Buya Yahya juga menerangkan jika suatu nasihat dengan sifat kasar disampaikan kepada anak, maka ditakutkan nasihat itu tidak akan didengar lagi oleh sang buah hati.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Cewek Ini Kabur usai Dipalak Pacar dan Ibunya, Disuruh Bayar Makan di Restoran Capai Rp4 Juta
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?
-
Heboh Selebgram Non-Muslim Berbusana Ketat di Masjid Nabawi, Celine Evangelista Murka
-
35 Kode Redeem FF 7 Februari 2026: Bocoran Lengkap P Joker Revenge, Transformasi Peta Bermuda Gurun
-
Nova Arianto Soroti Kekuatan China Jelang Uji Coba, Garuda Wajib Waspada?
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Jerry Aurum Kaget Banget, Baru Tahu Denada Sudah Punya Anak sebelum Menikah
-
Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak