SUARA BANDUNG BARAT - Implementasi Smart City Kabupaten Bandung Barat yang segera terealisasi dalam waktu dekat disambut baik oleh Pj Bupati KBB, Arsan Latif.
Menurut Arsan Latif, dari 50 kabupaten/kota yang mendapatkan Implementasi Smart City itu, Kabupaten Bandung Barat menjadi satu di antara yang mendapat pendampingan.
Arsan Latif bahkan mengatakan, dari empat kabupaten di Jawa Barat, Bandung Barat lebih cepat dari jadwalnya.
"Di Jawa Barat hanya empat kabupaten, yakni Bandung Barat, Ciamis, Garut sama Tasikmalaya. Alhamdulillah kita yang lebih cepat dari jadwal," kata Arsan Latif.
Dikatakan Arsan Latif, keberadaan Smart City di Kabupaten Bandung Barat ini akan berdampak positif pada berbagai sektor.
"Kita perlu bersyukur dengan Smart City ini, berarti derajat kabupaten kita naik beberapa tingkat," katanya.
"Sehingga, kita tidak perlu lagi susah-susah untuk mempromosikan, dan mengerti karena sudah ada pintu isi kontennya adalah semua OPD," sambungnya.
Lebih jauh, ia mengatakan, nantinya masyarakat juga akan mudah mendapatkan informasi, mengenai tempat wisata di Kabupaten Bandung Barat serta pelayanan lainnya.
"Alhamdulillah kita tidak lagi ada lokasi yang blank spot, Telkom sudah membantu untuk jaringannya. Jadi saya bangga bahwa ternyata Kabupaten Bandung Barat sudah berada di tingkat yang lebih bagus," katanya.
Baca Juga: Usai Jalani FP1 MotoGP Mandalika 2023, Alex Marquez Memutuskan Mundur
Ia menyebut, sekarang ini Implementasi Smart City di Kabupaten Bandung Barat sudah dimulai secara perlahan.
Sejauh ini, ada dua tahapan lanjutan yang harus diselesaikan hingga awal tahun 2024 mendatang.
"Sekarang sudah mulai secara perlahan, dan sudah berjalan ini. Tapi, nanti pengukuhannya di awal 2024, penyerahan penghargaannya itu di awal November," katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana
-
Wamendagri Wiyagus Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah oleh Pemprov Papua
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'