Rupanya tak perlu jauh-jauh pergi ke Cappadocia, Turki untuk merasakan sensasi naik balon udara. Pasalnya, kalian bisa menikmati itu hanya di Indonesia, tepatnya di Ubud, Bali.
Resor bintang lima The Chedi Club Tanah Gajah Ubud yang kini berganti Tanah Gajah Ubud menawarkan aktivitas terbang naik balon udara.
Lokasinya berada di Tengkulak Kaja, Jalan Raya Goa Gajah, Kemenuh, Ubud, Gianyar, Bali. Jika ditempuh dari Denpasar sekitar 25 kilometer.
Wisatawan pun tak perlu khawatir akan kenyamanan dan keamanan. Wisata balon udara di The Chedi Club Tanah Gajah Ubud akan dipiloti oleh pengemudi balon udara yang sudah berpengalaman dan profesional.
Dalam sehari balon udara di The Chedi Club Ubud memiliki jadwal terbang tiga kali. Di pagi, sore, dan malam hari.
Balon udara ini dapat menampung dua orang dewasa dan dua orang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Pengelola juga memberikan batas beban maksimal yang bisa diangkut balon udara, yaitu tak lebih dari 230 kilogram.
Durasi penerbangan balon udara selama lima sampai tujuh menit. Sedangkan biaya untuk naik balon udara ini adalah 150 dollar AS atau setara Rp 2,1 juta untuk dua orang. Dengan biaya ini wisatawan juga sudah bisa menikmati sarapan atau sesi teh sore untuk dua orang.
Untuk penerbangan terakhir dihargai 200 dollar AS atau setara Rp 2,8 juta. Sudah termasuk untuk makan malam untuk dua orang.
Sebuah sensasi petualangan yang luar biasa, menyapa langit dan menikmati keindahan alam Ubud dengan pemandangan sawah cantik serta nuansa alam pedesaan dari ketinggian. Kalian bisa menikmatinya langsung di Ubud Bali.
Baca Juga: Sampai Takut, Nia Ramadhani Bongkar Sifat Luna Maya yang Pemarah: Untung Ga Jadi Sama R
Selama petualangan di udara, ketinggian balon udara ini mencapai 50 meter dari permukaan tanah.
Wisata naik balon udara ini bisa dinikmati setiap hari tapi dalam waktu-waktu tertentu. Jadwal penerbangan adalah pagi dan sore hari. Untuk jadwal penerbangan pagi dari pukul 06.30 – 08.30 WITA, sedangkan untuk jadwal penerbangan sore dari pukul 17.00 – 18.30 WITA.
Untuk keamanan dan kenyamanan, penerbangan tetap mempertimbangkan faktor cuaca. Seperti saat angin sedang kencang maka penerbangan akan ditiadakan, begitu juga saat hujan maka wisata balon udara ini akan ditunda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang