Warganet mengkritik kehadiran anggota TNI beramai-ramai ke Polrestabes Medan. Aksi itu viral di media sosial Instagram yang dibagikan oleh Medantau. Dalam video itu, anggota TNI ini mengaku paham hukum dan meminta agar diberikan penangguhan terhadap tersangka.
Anggota TNI berdebat dengan Pejabat Sementara Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Tengku Fathir Mustafa.
Perdebatan keduanya dikarenakan anggota TNI itu bersikeras agar pihak penyidik memberikan penangguhan terhadap tersangka dugaan pemalsuan.
"Saya sudah paham aturan penyidik, tapi saya pernah menjadi penyidik juga pak. Yang saya minta itu kan penangguhan, saya mendukung proses hukum yang ada," kata anggota TNI yang bertugas di Kodam I Bukit Barisan, dalam Instagram yang dilihat awak media, Minggu (6/8/2023) sekira pukul 10:00 WIB.
"Wah ini gk bsa ini, Masak bawa2 pasukan dan pake seragam kekgni? Trus masak maen lepas gtu ja itu tersangka cuma gara2 TNI dtg ke markas, apa2an ini? Mau anggar² seragam? Sm kasat masak bsa bgtu cara ngmngnya, awas hati2 ini bisa INTIMIDASI namanya, bagaimana tanggapan dr Bpk @mohmahfudmd dr mata Menkopolhukam? @puspentni @tni_angkatan_darat," kata akun akun Fauzantjg.
"Kalau semasa Pak Andika Perkasa menjabat Panglima TNI, yg seperti ini langsung ditindak," tulis komentar Usmato Purba.
Selain itu, di balik perdebatan itu, akun Instagram bernama Abdul Rajak mendukung TNI dan Polri.
"Bravo Polri & TNI samping kan kepentingan untuk keadilan, junjung tinggi aturan hukum," ungkapnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan adanya anggota TNI ke Mapolrestabes Medan.
Baca Juga: Jelang Tahun Politik, Habib Syech Ingatkan Masyarakat Soal Pemimpin yang Memajukan Bangsa Indonesia
Prajurit TNI yang datang itu adalah Mayor Dedi Hasibuan, penasehat hukum dari Kodam I Bukit Barisan bersama beberapa anggotanya.
"Untuk berkoordinasi terkait status penahanan saudara dari Mayor Dedi Hasibuan. Mereka hadir untuk berkoordinasi terkait permohonan penangguhan penahanan dalam kapasitas sebagai keluarga ARH, salah seorang tersangka dugaan pemalsuan," kata Hadi.
Hadi mengatakan, kedatangan Mayor Dedi Hasibuan dan beberapa anggotanya untuk mengetahui sejauh mana proses hukum terhadap ARH dalam perkara dugaan pemalsuan surat keterangan tanah yang menjeratnya.
"Semua ini dalam koridor koordinasi terkait persoalan hukum. Pada prinsipnya kepolisian profesional dalam menegakkan hukum berdasarkan aturan yang berlaku," tegasnya.
Hadi mengaku masyarakat, TNI dan siapapun datang ke kantor polisi itu hal yang biasa.
"Kami TNI Polri solid, setiap hal selalu dikoordinasikan dengan baik. tugas kami sebagai pelayan kepada semua pihak," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak