Suara.com - Apabila Anda mendengar kata eBay, yang terlintas mungkin menjual pakaian yang sudah tidak muat lagi atau membeli barang secara acak yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Namun, eBay sebenarnya menjadi ladang emas bagi sejumlah orang yang bisa memanfaatkannya. 10 tahun lalu, Cindy Kent, seorang warga Australia, tengah hamil anak kedua dan mencari pemasukan tambahan untuk menghidupi keluarganya.
Salah satu temannya mempunyai toko grosir untuk peralatan seni. Kent menggunakan koneksi temannya itu untuk membeli 10 potong aksesori seni di toko tersebut dan menjualnya di eBay.
“Semuanya terjadi secara kebetulan. Saya memulainya dengan 10 barang, sebagian besar adalah kanvas. Semuanya dibeli di eBay dengan harga 500 dolar. Hanya dalam waktu enam minggu, orang-orang sepertinya tidak merasa cukup jadi saya mulai memasang lebih banyak lagi barang jualan di eBay dan saya merasa ada sesuatu yang cocok dengan diri saya,” kata Kent.
Kent juga menjadikan rumahnya sebagai tempat persedia barang-barang yang akan dijual di eBay.
“Tangga rumah saya sudah seperti gudang kecil,” ujarnya.
Pada bulan pertama, Kent mendapatkan pemasukan 2 ribu dolar atau sekitar Rp20 juta dengan modal 700 dolar. Dalam rentang waktu 6-12 bulan, dia berhasil meraup pemasukan 20 ribu dolar dengan keuntungan bersih 9 ribu dolar atau Rp90 juta.
Usahanya yang terus menghasilkan uang dalam jumlah besar membuat Kent memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tetapnya sebagai seorang akuntan. Setelah 8 tahun menjalani bisnis online dari rumah, Kent dan suaminya memutusakn untuk menjual rumahnya dan memakai uang hasil penjualan itu untuk membangun toko alat-alat kesenian di Victoria, Art Shed.
Toko tersebut juga digunakan untuk bisnis onlinenya yang diberi nama Art Shed Online. Sepuluh tahun setelah Cindy Kent memasang barang jualan pertamanya di eBay, kini dia sudah mempunyai empat orang anak dan bisnis dengan omset 1,8 juta dolar hingga 2 juta dolar per tahun.
Sebesar 60 persen penjualannya berasal dari bisnis online dan 40 persennya masih menggunakan jasa eBay. Pelanggannya bukan hanya berasal dari Australia tetapi juga dari Islandia dan Arab Saudi.
“Dalam 8 tahun pertama, pertumbuhannya organic. Kami melakukan pelayanan seperti pengembalian secara gratis dan juga jaminan kepuasan. Ini merupakan sebuah prestasi. Saya melakukan ini sebagai ibu dengan empat orang anak. Kami bekerja keras dan hasilnya melebihi dari yang kami perkirakan,” tandasnya. (News)
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor