Suara.com - Research Analyst Forextime Lukman Otunuga mengatakan pasar saham secara konsisten melemah pada perdagangan pekan lalu setelah peningkatan harga minyak terlihat mendekati titik jenuh dan ketidakpastian ekonomi global terus membebani sentimen pasar. Pasar Eropa tertekan karena trader mempertimbangkan komentar dari Mario Draghi tentang kebijakan stimulus lebih lanjut dari ECB.
Kekhawatiran ini, katanya, menular ke Amerika di sesi hari Jumat. Walaupun pasar Asia terangkat oleh ekspektasi yang semakin besar bahwa BoJ mungkin akan meluncurkan langkah stimulus lagi pada rapat BoJ mendatang, kegelisahan seputar penurunan harga minyak dan ketidakpastian ekonomi dapat memperkuat Yen dan memukul pasar Asia.
Saham global, katanya, mungkin akan bergerak pekan ini mengingat sejumlah bank sentral utama akan menggelar rapat untuk menentukan langkah besar berikutnya untuk mencapai stabilitas nasional dan mengatasi masalah ekonomi global. Fed diperkirakan tidak akan mengambil tindakan di bulan April. Perhatian sepertinya akan terpusat pada Bank of Japan yang selalu mengejutkan pasar finansial dengan kebijakan moneter agresif yang tak biasa.
Lukman menambahkan investor harus menyadari bahwa penurunan harga minyak, ketidakpastian keadaan ekonomi global, dan kewaspadaan bank sentral berkontribusi pada melemahnya pasar saham. Mengingat faktor-faktor tersebut tidak berubah dan bahkan semakin memburuk, pasar saham dapat semakin melemah. Peningkatan harga dapat dilihat sebagai relief rally semata menuju penurunan lebih lanjut.
Yen Melemah
Bank of Japan mengguncang pasar finansial pada perdagangan hari Jumat. Yen merosot tajam dengan adanya spekulasi bahwa bank sentral ini dapat menetapkan suku bunga negatif guna meningkatkan permohonan kredit. Walaupun ide mendapatkan bayaran dengan meminjam uang terdengar menyenangkan, langkah berbahaya ini menjadi sinyal bahwa keefektifan kebijakan moneter semakin berkurang dan keputusasaan mulai terasa karena bank sentral hampir kehabisan amunisi. Jepang berada dalam situasi sulit.
Kekhawatiran resesi teknikal terus meningkat, sedangkan negara ini sedang berusaha mengatasi tekanan deflasi dari Yen yang terus terapresiasi. Ekspektasi bahwa bank sentral Jepang akan mengeluarkan kebijakan moneter lebih lanjut di rapat mendatang semakin meningkat. Namun demikian, tindakan jangka pendek ini mungkin hanya akan membantu Yen bulls untuk kembali mendominasi, kata Lukman.
Poundsterling Menguat
GBP menguat pekan lalu karena kampanye Brexit sangat menurun dan komentar Obama yang tak mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa membangun optimisme bahwa voter akan memilih untuk menolak keluar dari Uni Eropa. Apresiasi GBP masuk akal, namun pergerakan ini terasa berlebihan dan GBP mungkin akan kembali melemah setelah euforia mulai menipis. Ketidakpastian seputar Brexit tetap menghantui ketertarikan investor terhadap GBP.
Data ekonomi Inggris yang konsisten lemah tidak memberi insentif bagi Bank of England untuk meningkatkan suku bunga Inggris dalam waktu dekat. Sentimen terhadap GBP tetap agak bearish. Walaupun GBPUSD secara teknikal harus ditutup di atas 1.4500 agar pembeli tertarik untuk semakin memperkuat pasangan ini, investor bearish dapat memanfaatkan dinding resistance ini untuk kembali menuju 1.4200.
Harga Minyak Melemah Karena Masalah Output
Gejolak harga Minyak Mentah WTI masih berlanjut. Harga minyak berkisar di $43.50 setelah muncul berita tentang kemungkinan ekspansi lapangan minyak Arab Saudi yang dapat meningkatkan produksi dan memperburuk situasi di pasar yang sudah mengalami oversuplai besar-besaran. Sepertinya peningkatan harga minyak jangka pendek karena pemogokan di Kuwait telah berakhir.
Kegelisahan tentang ketidakmampuan OPEC untuk bekerja sama mengatur produksi dapat membuat harga semakin merosot menuju $40. Dari sudut pandang teknikal, walaupun peningkatan harga pekan lalu cukup mengesankan, komoditas ini gagal ditutup di atas level yang dianggap sebagai level teknikal kritis yaitu $44 dan dapat mengalami aksi profit taking.
Sorotan Mata Uang - EURUSD
Lukman mengatakan EUR bears muncul dengan dramatis pada perdagangan pekan lalu. EURUSD merosot di bawah 1.1250 karena ketidakpastian apakah ECB akan meluncurkan stimulus lebih lanjut di masa mendatang. Pasangan mata uang ini mendadak bearish pada rentang waktu harian dan bears dapat terus mengendalikan selama harga berada di bawah 1.1250.
"Ada kemungkinan level support sebelumnya 1.1250 dapat berubah menjadi level resistance dinamis yang mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.1150. Dari sudut pandang teknikal, harga berada di bawah 20 SMA harian namun MACD masih melintas ke bawah. Pergerakan bullish di atas 1.1350 menyiratkan bears melemah dan mematahkan situasi bearish harian ini," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas