Ada masanya memilih kendaraan pribadi jauh lebih aman, misalnya ketika bepergian ke luar kota bersama keluarga. Tapi jika hanya untuk ke tempat yang jaraknya tak terlalu jauh, ini jelas tak efisien.
Tentu dengan menggunakan kendaraan pribadi dan malas berjalan kaki hanya untuk pergi ke suatu tempat yang mudah dijangkau, Anda akan mengeluarkan uang lebih untuk membeli bensin. Belum lagi untuk uang parkirnya.
Cobalah naik transportasi umum, karena dengannya Anda bisa lebih irit uang bensin dan parkir. Lagi pula, Anda akan lebih sehat bila memilih berjalan kaki ke tempat yang mudah dijangkau.
5. Lebih Pilih Membiasakan Diri untuk Merokok
Siapa bilang merokok hanya membahayakan kesehatan tubuh saja? Tak sadarkah Anda bahwa merokok juga bisa membahayakan isi dompet? Coba ingat lagi, berapa banyak uang yang Anda habiskan hanya untuk sebatang rokok?
Jika tak sayang pada kesehatan Anda, setidaknya sadarlah berapa banyak uang yang terbakar hangus sia-sia. Haruskah nikmat rokok yang hanya sesaat itu, ditebus dengan kesehatan tubuh sekaligus juga kondisi keuangan Anda? Cobalah renungkan hal itu baik-baik.
6. Sering Nongkrong di Kafe dan Resto
Sah-sah saja untuk kongko atau nongkrong di kafe dan resto bersama teman-teman. Asalkan hal itu dilakukan hanya sesekali waktu, bukan setiap hari.
Tentu saja, jika Anda tetap nekat sering kongko di kafe maupun resto, siap-siap saja keuangan jadi berantakan. Kita tahu sendiri berapa harga secangkir kopi atau sepotong biskuit maupun makanan lainnya, di tempat-tempat seperti ini, bukan?
Jangan Remehkan Hal Sepele
Jika dipikir-pikir, semua hal tersebut memang sepele dan sudah pasti banyak orang tahu. Tetapi jika sudah mulai menganggapnya remeh, maka inilah yang berbahaya.
Pasalnya, sekali saja Anda merasa hal itu tak masalah, maka akan jadi kebiasaan yang dapat mengacaukan isi dompet dan tabungan. Untuk itu, mulailah dari menjauhi hal-hal kecil tersebut dulu. Jangan sampai satu kebiasaan buruk merusak segalanya.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Cara Mengatur Keuangan buat Generasi Milenial
Apakah Keuangan Anda Sehat? Coba Cek di Sini!
Cara Diet Keuangan agar Hidup Lebih Mapan
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
-
Cara Mengatasi Pompa Air Bunyi Cetak-Cetek agar Tak Boros Listrik
-
Media Sosial, Tren, dan Paylater: Kolaborasi "Epik" Gaya Hidup Konsumtif
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil
-
BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang