Suara.com - PT Atria Multi Energi, perusahaan batu bara, mendapatkan perjanjian suplai batu bara untuk pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Terdapat dua pabrik yang akan mendapatkan suplai batu bara oleh PT Atria Multi Energi yaitu Pabrik Holcim, Narogong dan Pabrik Semen Tonasa, Makassar.
Direktur Utama PT Atria Multi Energi, Denny Chandra mengatakan, pembelian batu bara ini akan berlangsung hingga tahun depan.
Hingga Desember ini, perusahaan akan mengirimkan 100.000 Metrik Ton (MT) dengan nilai sebesar Rp 50 miliar.
"Ini kita baru mulai Oktober, karena PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengutamakan rutinitas sehingga mereka melakukan selektif yang sangat ketat dalam pemilihan supplier untuk menjadi pendukung yang konsisten. Kita dapat dua pabrik di Holcim, Narogong, dan Semen Tonasa, Makassar," ujar Denny, ditulis Jumat (27/11/2020).
Denny menuturkan, untuk tahun depan rencananya perusahaan akan mengirimkan sebanyak 360.000 Metrik Ton (MT) untuk dua pabrik tersebut dengan nilai kurang lebih Rp 200 miliar.
"Saya berharap bisa kirim ke banyak pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, misalnya di Gresik, Padang dan Tuban," ucap Denny.
Dengan adanya pembelian batu bara dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini, Denny berharap PT Atria Multi Energi bisa menjadi pemain nasional dan bisa mendukung kebutuhan bahan bakar untuk industri di Indonesia.
Pasalnya, batu bara yang dimiliki PT Atria Multi Energi memiliki kualitas yang baik dan bisa memenuhi standar industri di Indonesia.
Baca Juga: Viral Detik-detik Kapal Ponton Pengangkut Batu Bara Tabrak Perahu Ces Warga
"Jadi, kita bisa menjadi pemain nasional untuk perdagangan batu bara, dan bekerja sama dengan para pemilik tambang. Dengan barang yang berkualitas, kita bisa support dengan memenuhi standar yang disyaratkan oleh industri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar