Darmono optimis bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk bangsa Indonesia. Ia memberikan contoh bagaimana Jababeka, daerah yang dulunya kurang bermanfaat, bisa menjadi seperti sekarang ini, yaitu hijau, ada lapangan golf, ribuan perusahaan dari 34 negara, ada PresUniv, dan sekolah Presiden lainnya.
“Jadi banyak hal yang bisa kita ceritakan atau selenggarakan di sini untuk menunjukkan bahwa Cikarang yang dulunya itu tertinggal, bisa ditransformasi menjadi komunitas internasional. Jadi, ternyata tanpa harus kuliah ke luar negeri, kita bisa menikmati standar pendidikan internasional di sini. Semoga ini bisa ditiru di banyak tempat di Indonesia,” ungkapnya.
Kemudian Prof. Budi dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya.
“Saya merasa tersanjung karena perayaan ulang tahun kali ini dirayakan dengan Pak Darmono, yang juga kawan saya dari Magelang,” ucapnya.
Setuju dengan yang disampaikan Darmono, Budi berharap berharap acara-acara berikutnya dapat mengeksplorasi sudut-sudut lain di Jababeka Golf. karena masih banyak pemandangan yang indah di Kota Jababeka.
Kemudian ia memperkenalkan Hary Wisnu Yuniarta, Konduktor President University Student Orchestra, yang akan mempersembahkan penampilan musiknya, serta lagu-lagu yang akan dibawakan pada acara ini.
“Tema hari ini adalah lagu-lagu kuno tahun 70 sampai 90an. Pak Darmono juga akan menyumbangkan lagu nanti,” katanya.
Budi juga menyampaikan bahwa rencananya acara Jazz Goes to Campus ini akan diadakan setiap tahun dan dimeriahkan oleh seluruh sekolah Presiden.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Budi ditemani sang istri, Hera Widayanti. Pada kesempatan ini juga, Komaruddin menyampaikan ucapan selamatnya kepada Budi dan menyampaikan bahwa usia dan umur itu berbeda.
Baca Juga: Hujan Deras Hanya Guyur Satu Mobil di Jababeka, Ini Cerita Pembuat Video
Menurutnya usia itu dihitung dari kalender, sedangkan umur itu satu kata dengan makmur yang artinya produktivitas Di mana walaupun berusia pendek, kalau produktif, maka sebenarnya umurnya panjang.
Dan umur juga tidak terhalang kematian, karena selama masih meninggalkan warisan yang bermanfaat maka umurnya masih tetap panjang.
“Makanya banyak tokoh-tokoh yang telah lampau itu itu serasa masih hidup karena pikirannya masih menyertai kita,” katanya.
Kemudian, setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan oleh Rektor dan jajaran YPUP. Tidak menunggu lama, Budi kemudian mempertunjukkan kemampuan musiknya memainkan Saxophone dengan lagu What a Wonderful World yang berkolaborasi dengan Hary.
Pertunjukkan musik terus berlanjut dengan penampilan yang berbeda-beda. Semua yang hadir merasa sangat senang dan terhibur, bukan hanya oleh penampilan musik saja tapi juga suasana dan pemandangan yang indah dan rapih di Jababeka Golf & Country Club yang didesain oleh Nick Faldo.
Jababeka Golf & Country Club benar-benar menunjukan tempat yang fungsional untuk berbagai acara. Di tambah empat ini juga memiliki berbagai sarana lain, seperti outbond, kolam renang, lapangan tenis, hingga restoran bagi yang ingin memuaskan hasrat kulinernya. Semua kebutuhan untuk para event creator sudah lengkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan