Suara.com - Kalender Wisata Kota Yogyakarta kembali akan dirilis, di dalamnya tercantum 12 event atau kegiatan wisata unggulan untuk wisatawan, diawali dengan penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa XVI yang digelar pada Februari 2022.
Event ini jadi angin segar di tengah wabah virus corona yang terus membayangi berbagai lapisan masyarakat di DI Yogyakarta.
"Ada 12 event wisata unggulan yang kami masukkan. Kegiatan pariwisata yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Jogja 2022 ini merupakan kegiatan yang dipastikan dapat digelar," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Andrini Wirawati, Sabtu (12/12/2021).
Tidak hanya pariwisata dari Pemda, dalam agenda ini juga terdapat sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak lain hingga institusi budaya.
Rangkaian acara ini diawali dengan Pekan Budaya Tionghoa XVI, disambung Jogjavaganza di bulan yang sama, kemudian Grebeg Syawal dan ArtJog 2022 yang diselenggarakan pada Mei.
Sebelumnya, wisatawan sudah disuguhi Pasar Kangen pada Juli dan Siraman Pusaka pada Agustus serta Sekati Yk Ing Mal pada September.
Empat event, yakni Wayang Jogja Night Carnival #7, Grebeg Maulud , Biennale, dan Kustomfest diagendakan digelar pada Oktober dan Ngayogjazz akan menjadi penutup rangkaian CoE Jogja 2022 pada November.
Kalender wisata ini bertujuan kembali menarik minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta meski dengan beberapa pembatasan akibat pandemi COVID-19.
"Harapannya, ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," ungkap dia.
Baca Juga: IDI Bilang Indonesia Sudah Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19
Sebelum wabah, kunjungan wisatawan ke Yogyakarta mencapai 3,8 juta orang dan turun menjadi 1,3 juta wisatawan pada 2020 usai wabah melanda.
Geliat pariwisata mulai menguat beberapa bulan belakangan dan diharapkan meningkat menjadi 1,4 juta orang pada 2022.
Tidak hanya CoE Jogja 2022, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga membuat inovasi baru yaitu Clara atau Calendar of Event Harian.
Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga menjalin kerja sama dengan pelaku wisata dari PHRI dan Asita untuk mempromosikan kalender pariwisata harian.
"Akan ada tayangan yang ditampilkan di hotel maupun di biro perjalanan wisata mengenai kegiatan pariwisata harian yang bisa dinikmati wisatawan saat berada di Yogyakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak di Jakarta Akan Dilakukan Pekan Depan
-
Jumlah Pasien Covid-19 Aktif di Gunungkidul Tinggal 14 Kasus
-
Pemkot Depok Klaim Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19, Imbau Warga Patuhi Prokes
-
Joko Santoso Pria Malang yang Buta Habis Vaksin Kini Jadi Pemasang Senar Raket
-
IDI Bilang Indonesia Sudah Keluar dari Krisis Pandemi Covid-19
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI