Suara.com - PT Amartha Mikro Fintek mencatat jumlah peminjam atau borrower telah mencapai 1 juta peminjam. Selain itu, Amartha juga hadir di 17 Provinsi untuk menyalurkan pinjaman ke ibu-ibu UMKM.
Chief Risk & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto mengatakan, saat ini perusahaan juga telah berekspansi melakukan peminjaman di luar Jawa yang diantaranya wilayah Sumatera hingga Sulawesi.
"OJK merekomendasikan penyaluran di luar Jawa. Amartha itu sudah 64% penyaluran ke luar Jawa. Artinya Amartha tidak Jawa Centric. Harapannya amartha bisa di semua provinsi," ujar Aria dalam saat Editor Gathering & Iftar Dinner: FGD Research Amartha di Veranda Hotel, Jakarta, yang ditulis Kamis (14/4/2022).
Menurut Aria, kehadiran Amartha tidak hanya menaikkan inklusi atau keterjangkauan akses keuangan kepada ibu-ibu UMKM di daerah.
Amartha juga melakukan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman atau literasi keuangan. Sebab, lanjutnya, pemahaman ibu-ibu UMKM di daerah terkait pinjaman modal dari sebuah platform masih sangat rendah.
"Inklusi tinggi tapi literasi masih rendah. Makanya Amartha mendampingi mitra selama 50 minggu untuk mengedukasi dan menciptakan kebiasaan terkait keuangan ibu-ibu UMKM," ucap Aria.
Dalam kesempatan, Amartha juga mengungkapkan hasil risetnya terkait perkembangan UMKM di daerah. Riset ini bekerja sama dengan Katada Insight Center (KIC).
Adapun, hasil riset tersebut memperlihatkan masih banyak ibu-ibu UMKM di daerah belum melek digital mulai dari pemanfaatan layanan keuangan hingga media sosial sebagai ajang promosi.
Riset ini juga memperlihatkan, dari 402 responden pemilik UMKM di daerah yang, lebih dari separuhnya belum menggunakan layanan keuangan untuk modalnya.
Baca Juga: Berburu Makanan Buka Puasa di Festival Kuliner Nusantara
Selain itu, sebanyaknya 33% belum sama sekali memiliki rekening bank dan layanan keuangan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan