Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menargetkan 95 persen jalan di Jateng mulus. Sebab itu, Ganjar terus mengebut perbaikan infrastruktur.
"Untuk infrastruktur jalan, alhamdulillah dari 2.404 kilometer jalan provinsi saat ini 90 persen lebih kondisinya sangat baik. Sampai akhir tahun nanti kita targetkan mencapai 95 persen," kata Ganjar.
Untuk mencapai target itu, Ganjar melakukan perbaikan ruas jalan dengan sistem gotong royong antar bupati/walikota. Hal itu disampaikannya saat meninjau perbaikan ruas Jalan Mulyorejo - Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jateng.
"Memastikan ini bantuan keuangan (bankeu) kita berjalan baik dan ini hasilnya cukup bagus sehingga kita bisa membantu kabupaten. Bupati juga berikhtiar. Ini bagian dari cara kita kerja gotong royong. Jadi ada yang dari kabupaten, ada dari kita," kata Ganjar.
Adapun, Ganjar mengucurkan Rp12 miliar dari bankeu Pemprov Jateng untuk perbaikan jalan tersebut. Jalan yang diperbaiki sejauh 2,75 km dan setebal 20 cm dengan rincian lebar 6 meter pada 1,2 km pertama, sementara sisanya selebar 5,5 meter.
Jalan tersebut merupakan penghubung antardesa dan akses menuju Bandara Ngloram. Saat ini proses pengerjaan baru mencapai sekitar 57 persen.
Ganjar mengatakan, pembangunan jalan di antara Kabupaten Blora-Kabupaten Bojonegoro tidak hanya bersumber dari bantuan Pemprov Jateng beserta Pemkab Blora saja. Ganjar menyebut ada titik yang disokong Pemkab Bojonegoro.
Ganjar pun mengapresiasi kerja sama yang dilakukan dua jajaran pemerintah daerah. Meskipun berbeda provinsi, Ganjar menyebut dua kepala daerah yang terlibat mendukung kemajuan kawasan, bukan hanya sekadar wilayah kerjanya masing-masing.
"Ini model kerja sama yang menurut saya bagus karena cara berpikir kepala daerahnya adalah kawasan sehingga masyarakat akan bisa mendapatkan fasilitas itu," kata Ganjar.
Baca Juga: Lirik Potensi Market Anyar, Ganjar Dorong Pengembangan Enam Bandara Komersil dan Perintis di Jateng
Menurut Ganjar, kerja sama dua daerah ini dapat menyambung ekonomi kerakyatan yang tercipta di akses jalan menuju bandara yang mulai dibangun pada tahun 2018 hingga 2021 tersebut.
"Maka ketika Bojonegoro membantu, kerja sama ini akan membikin gerakan ekonomi yang di sini akan tumbuh bersama," kata Ganjar.
Dalam peninjauan tersebut, Ganjar menyebut proyek peningkatan jalan ini berjalan dengan baik. Di samping itu, kata Ganjar, bahan yang digunakan dalam proyek tersebut juga berkualitas.
Ganjar berpesan kepada jajaran untuk melaksanakan proyek akses jalan menuju Bandara Ngloram dengan integritas. Ganjar menegaskan ke jajaran untuk tidak korupsi.
"Pesan saya jamak, ojo (jangan) dikorupsi. Jaga kualitas. Kalau cor beton gini kuat banget," pungkas Ganjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun