- Bank Jakarta Bank memanfaatkan ajang Puncak Abang None Jakarta 2025 sebagai platform strategis untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
- Langkah ini sekaligus menandai upaya Bank Jakarta agar tetap relevan dan modern di mata kaum milenial dan Gen Z.
- Kolaborasi ini difokuskan untuk mendorong generasi muda agar lebih memahami pengelolaan keuangan.
Suara.com - Potensi besar generasi muda Jakarta sebagai agen perubahan kini disasar oleh Bank Jakarta. Bank daerah ini memanfaatkan ajang Puncak Abang None Jakarta 2025 sebagai platform strategis untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Langkah ini sekaligus menandai upaya Bank Jakarta agar tetap relevan dan modern di mata kaum milenial dan Gen Z.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Abang None memiliki potensi luar biasa sebagai representasi generasi muda yang siap membawa pesan penting tentang pemahaman finansial.
“Dengan pemahaman finansial yang baik, generasi muda dengan jumlah yang banyak dan beragam, diharapkan dapat semakin mandiri, kreatif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan global,” ujar Agus dikutip Selasa (30/9/2025).
Agus menyatakan bahwa Bank Jakarta siap membuka ruang kolaborasi bagi Abang dan None terpilih. Mereka tidak hanya akan menjadi ikon pariwisata, tetapi juga perwakilan bank dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan.
"Pengaruh positif yang dihadirkan oleh Abang dan None diyakini dapat mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang lebih luas dalam mendukung visi peningkatan Kota Jakarta menuju Kota Global," tambahnya.
Kolaborasi ini difokuskan untuk mendorong generasi muda agar lebih memahami pengelolaan keuangan, perencanaan masa depan, dan pemanfaatan layanan digital perbankan.
Selain agenda literasi keuangan, dukungan terhadap Abang None ini juga menjadi momentum bagi Bank Jakarta untuk memperkenalkan identitas barunya. Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menyebut dukungan ini sebagai cara memperkenalkan call name dan logo baru mereka sebagai "Bank Jakarta."
"Momentum ini merupakan cara Bank Jakarta memperkenalkan wajah baru sebagai bank daerah yang modern, inklusif, dan dekat dengan generasi muda. Abang None bagi kami bukan hanya ikon pariwisata, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan citra baru Bank Jakarta,” jelas Arie.
Baca Juga: Anak Muda Jadi Kunci Penting Tingkatkan Literasi Keuangan, Ini Strateginya
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara