- Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0,39 persen ke level 7.663 pada awal perdagangan Senin, 20 April 2026 di BEI.
- Pasar modal domestik mengalami pergerakan terbatas akibat ketidakpastian geopolitik global serta penantian hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 7.500 hingga level psikologis 7.700 di awal pekan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih perkasa pada awal perdagangan, Senini, 20 April 2026. IHSG naik 0,39 persen ke level 7.663.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus menghijau naik 0,06 persen ke level 7.638.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,06 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 927,3 miliar, serta frekuensi sebanyak 183.100 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 284 saham bergerak naik, sedangkan 268 saham mengalami penurunan, dan 407 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DEFI, CMNP, AGAR, CSMI, BAPA, APLI, KOTA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MLPT, NIRO, MSJA, MGLV, CASH, FITT, IDEA, LMAX.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Sentimen global dan domestik dinilai belum cukup kuat untuk mendorong indeks menembus level psikologis penting.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup menguat tipis 0,17 persen ke level 7.634. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp746 miliar.
Baca Juga: Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi
Pergerakan pasar dinilai masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun sebelumnya sempat ada kabar pembukaan Selat Hormuz, kondisi kembali berubah setelah Iran menutup jalur tersebut.
Di sisi global, bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,79 persen ke level 49.447,43. Sementara S&P 500 menguat 1,20 persen ke 7.126,06, dan Nasdaq Composite naik 1,52 persen ke posisi 24.468,48.
Meski demikian, sentimen positif global tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat kepercayaan pelaku pasar domestik.
“IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas selama belum mampu menembus level psikologis 7.700, dengan area support berada di kisaran 7.500,” tulis riset tersebut.
Dari sisi eksternal, pasar juga mencermati langkah Presiden Donald Trump yang mengirim utusan khusus untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran di Pakistan. Perkembangan ini dinilai akan menjadi penentu arah sentimen global ke depan.
Sementara itu dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Suku bunga acuan diproyeksikan tetap berada di level 4,75 persen, dengan fokus kebijakan pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Dalam kondisi pasar yang cenderung wait and see, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dapat dicermati investor, yakni INET, INCO, dan HRTA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Rekrutmen hingga Prediksi Karyawan Resign Kini Otomatis Berkat AI HR
-
Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina
-
Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya: Perjalanan Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin