Bisnis / Makro
Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB
Ilustrasi tenaga kerja Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah menyelenggarakan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair pada 24–26 Juni 2026 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
  • Kegiatan ini bertujuan membekali calon pekerja migran Indonesia dengan keterampilan kompetitif agar dapat mengisi peluang kerja di luar negeri.
  • Pemerintah mengedukasi masyarakat mengenai migrasi aman serta memfasilitasi akses jalur resmi ke negara tujuan guna menghindari penempatan non-prosedural.

Suara.com - Pemerintah lewat Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong tenaga kerja Indonesia bisa memanfaatkan peluang kerja di luar negeri yang semakin terbuka lebar. Salah satunya melalui penyelenggaraan Global Talent Day dan Kebumen Job Fair & PMI Expo 2026 yang digelar pada 24–26 Juni 2026 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dirancang untuk menyiapkan talenta Indonesia, calon pekerja migran, siswa SMK, hingga mahasiswa agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja global.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan saat ini kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara terus meningkat, terutama di negara yang mengalami fenomena penuaan populasi atau aging population.

Negara seperti Jepang dan Jerman membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perawatan lansia, hospitality, hingga pertanian.

Ilustrasi para pekerja. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kita tidak sekadar memberangkatkan orang. Kita menyiapkan supaya mereka berangkat dengan terampil, terlindungi, dan tidak perlu khawatir. Peluangnya besar, dan tugas kami sebagai penyelenggara negara memastikan jalurnya resmi dan aman," ujar Leontinus Alpha Edison seperti dikutip, Rabu (24/6/2026).

Meski peluang kerja di luar negeri terus meningkat, Leontinus menilai pemanfaatannya masih belum optimal. Di sisi lain, praktik penempatan pekerja migran secara non-prosedural juga masih ditemukan.

"Saat ini, permintaan tenaga kerja global terus meningkat, terutama di negara dengan fenomena penuaan populasi (aging population) seperti Jepang dan Jerman, yang membuka peluang di sektor manufaktur, perawatan lansia, hospitality hingga pertanian," katanya.

"Namun, sebagian peluang belum terserap optimal dan praktik penempatan non-prosedural masih terjadi, ini menegaskan pentingnya edukasi migrasi aman serta keterhubungan calon pekerja migran dengan jalur resmi," ucap Leontinus.

Karena itu, Kemenko PM tidak hanya berfokus pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga membekali calon pekerja migran dengan keterampilan dan pemahaman mengenai migrasi aman.

Baca Juga: Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Selama tiga hari pelaksanaan acara, peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan melalui workshop yang menghadirkan narasumber dari KP2MI, kedutaan negara tujuan penempatan, IOM Indonesia, hingga BPJS Ketenagakerjaan.

Peserta juga dapat mengikuti open class trial bahasa Jepang, Korea, dan Jerman yang menjadi salah satu kompetensi penting untuk memasuki pasar kerja internasional.

Selain itu, tersedia sesi job canvassing dan matchmaking yang mempertemukan calon pekerja migran dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), lembaga pelatihan kerja, hingga test center.

Program tersebut sekaligus mendukung inisiatif "SMK Go Global" yang bertujuan meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional.

Leontinus berharap model kegiatan yang dilaksanakan di Kebumen dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat perlindungan dan kualitas pekerja migran Indonesia.

"Kami berharap apa yang kami kerjakan di Kebumen dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya, sehingga semakin mengurangi potensi pekerja migran yang tertipu jalur non-prosedural dan ilegal," sambungnya.

Kebumen dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu kantong pekerja migran strategis di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Statistik Layanan Penempatan Pekerja Migran Indonesia dari KP2MI, jumlah penempatan pekerja migran Indonesia dari Jawa Tengah mencapai 1.229.258 orang, dengan 46.751 orang berasal dari Kebumen.

Load More