- ABI bersama PINTU berpartisipasi dalam Festival Aman Digital 2026 untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan literasi keamanan siber nasional.
- BSSN dan OJK mengingatkan ancaman siber makin kompleks, mulai dari phishing, social engineering, hingga penyalahgunaan AI dan deepfake yang menyasar masyarakat.
- ABI menegaskan komitmennya meningkatkan literasi kripto dan blockchain melalui edukasi serta kolaborasi dengan regulator demi mencegah penipuan digital.
Suara.com - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), yang diwakili oleh PINTU, turut berpartisipasi aktif dalam Festival Aman Digital 2026 yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berlokasi di Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Mengangkat tema "Kolaborasi Lintas Sektor Guna Mensukseskan Literasi Keamanan Siber Nasional", forum ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas, dan pelaku industri teknologi untuk bersama-sama menanggulangi ancaman siber yang terus berkembang.
Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi Badan Siber dan Sandi Negara, Satryo Suryantoro, pada sesi keynote speech mengungkapkan, “Aksi gerakan nasional 90 hari literasi keamanan siber sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung implementasi rencana aksi nasional keamanan siber."
"Keberhasilan literasi keamanan siber tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas," sambungnya.
Marulina Dewi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta pada sambutannya mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini.
"Atas nama Pemprov DKI Jakarta kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada BSSN yang secara konsisten mendorong terus peningkatan kesadaran budaya keamanan siber di Indonesia melalui berbagai program literasi dan kolaborasi lintas sektor," katanya.
"Forum ini jadi bagian gerakan kita bisa mengantisipasi beragam ancaman siber. Serangan siber hari ini bukan lagi sekadar soal sistem yang down, melainkan sudah menyasar sisi psikologis manusia melalui social engineering, kebocoran data pribadi, hingga maraknya disinformasi,” terang Marulina.
Daniel Apriandi, Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Sekretariat Satgas PASTI (Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal), memaparkan kondisi literasi masyarakat Indonesia yang masih menjadi celah utama kejahatan siber.
"Kelompok usia 25–49 tahun adalah yang paling produktif sekaligus paling banyak disasar penipu, karena mereka yang paling aktif bertransaksi secara digital. Scam dengan modus phishing dan social engineering terus meningkat, diperparah dengan penggunaan AI dan deep fake yang kini mampu meniru wajah, suara, dan bahasa tubuh korban secara sempurna," paparnya.
Deny Giovanno, Anggota Departemen Advokasi Strategis Asosiasi Blockchain Indonesia yang juga menjabat sebagai Public Policy & Government Relations Manager PINTU mengungkapkan, “Untuk memerangi kejahatan siber, kami terus mendorong peningkatan literasi keamanan siber yang dilakukan oleh ABI dan para anggotanya."
"Salah satunya melalui Bulan Literasi Kripto yang diadakan sejak tahun 2023. BLK adalah kampanye edukasi tahunan berskala nasional di Indonesia yang diinisiasi OJK bersama ABI yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang aset kripto dan teknologi blockchain," jelasnya.
Deny menambahkan, "Berbagai inisiatif program literasi dan edukasi yang kami galakkan ini merupakan komitmen bersama kami untuk meningkatkan kritisisme masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan di era digital."
BSSN dalam rangka memperkuat ketahanan siber nasional dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan menggelar acara Festival Digital Aman sebagai forum kolaboratif lintas sektor untuk berbagi praktik baik, menyusun rekomendasi, dan memperkuat jejaring literasi keamanan siber nasional.
Acara yang diadakan pada Kamis 18 Juni 2026 bertempat di Balai Kota Jakarta dihadiri berbagai perwakilan di antaranya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta Marulina Dewi, Ketua Tim Literasi Direktorat Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN Rikson Gultom, Deputi Direktur Departemen Perlindungan Konsumen Sekretariat Satgas Pasti Daniel Apriandi, Anggota Departemen Advokasi Strategis Asosiasi Blockchain Indonesia Deny Giovanno, Executive Vice President Transaction Banking Business Development dari BCA Nurisa Saifuddin, dan Founder Indonesia Women in Cybersecurity Eva Nur.
"Partisipasi ABI dalam Festival Aman Digital 2026 menegaskan komitmen kami untuk terus mendukung agenda nasional peningkatan literasi keamanan siber dan perlindungan konsumen," ucap Deny Giovanno.
"Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dengan regulator, instansi pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi blockchain dan aset kripto secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Satu-satunya Platform Kripto yang Kembali Sabet Penghargaan Bergengsi di Bidang Kepatuhan
-
Kenapa Pintu Rumah Tidak Boleh Sejajar dengan Pintu Belakang? Ini Penjelasan Feng Shui dan Arsitek
-
3 Warna Pintu Depan Rumah Menurut Feng Shui yang Ampuh Datangkan Rezeki Melimpah
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI
-
Putusan KPPU Denda 97 Pinjol Harus Batal, Dinilai Lampaui Kewenangan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Kisah 11 Tahun TUKU, Gaet UMKM dan Petani Lokal hingga Hadapi Berbagai Tantangan