Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB
Berdasarkan keputusan pemegang saham, susunan Direksi PLN Enjiniring kini diisi oleh Handy Wihartady sebagai Direktur Utama. Foto ist.
Baca 10 detik
  • PLN Enjiniring rombak direksi untuk percepat transformasi bisnis.
  • Handy Wihartady resmi menjabat Direktur Utama PLN Enjiniring.
  • Direksi baru fokus dukung RUPTL, transisi energi, dan tata kelola.

Suara.com - PLN Enjiniring melakukan penyegaran jajaran direksi sebagai langkah memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mengakselerasi transformasi bisnis di sektor enjiniring ketenagalistrikan. Dengan kepemimpinan baru, anak usaha PT PLN (Persero) itu membidik peran yang lebih besar dalam mendukung pembangunan infrastruktur listrik nasional hingga target transisi energi.

Berdasarkan keputusan pemegang saham, susunan Direksi PLN Enjiniring kini diisi oleh Handy Wihartady sebagai Direktur Utama. Sementara itu, Ardhi Tartahadi dipercaya menjabat Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Warsono sebagai Direktur Enjiniring, serta Martono sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Human Capital.

Sekretaris Perusahaan PLN Enjiniring Anita Widyiastuti mengatakan pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan enjiniring (Engineering Excellence Center) di lingkungan PLN Group.

"Dengan kepemimpinan baru tersebut, PLN Enjiniring optimistis dapat melanjutkan berbagai program strategis yang telah dibangun sekaligus memperkuat posisinya sebagai Engineering Excellence Center di lingkungan PLN Group," kata Anita kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Menurut Anita, perusahaan akan terus menghadirkan solusi enjiniring yang inovatif dan terintegrasi guna mendukung implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mempercepat transisi energi serta pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, PLN Enjiniring juga akan memperkuat perannya sebagai guardian spending melalui penyediaan kajian, perencanaan, hingga solusi enjiniring. Langkah ini diharapkan mampu memastikan investasi di sektor ketenagalistrikan berjalan lebih efektif sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal.

"Komitmen tersebut akan terus diperkuat melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi berkelanjutan, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk menjawab tantangan industri yang semakin dinamis sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emissions," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, PLN Enjiniring turut menyampaikan apresiasi kepada Chairani Rachmatullah atas dedikasinya selama menjabat sebagai Direktur Utama. Perusahaan menilai kepemimpinannya berhasil memperkuat fondasi transformasi perusahaan, meningkatkan kapabilitas enjiniring, serta memperluas kontribusi PLN Enjiniring dalam berbagai proyek strategis ketenagalistrikan nasional.

Apresiasi serupa juga diberikan kepada Kurnia Rumdhony yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha.

Baca Juga: Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

"Penghargaan yang sama turut disampaikan kepada Kurnia Rumdhony atas dedikasi dan kontribusinya selama mengemban amanah sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha," tutup Anita.

Penunjukan Handy Wihartady bukan tanpa alasan. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor ketenagalistrikan, khususnya di lingkungan PT PLN (Persero).

Sebelum dipercaya memimpin PLN Enjiniring, Handy menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) sejak Agustus 2025. Sebelumnya, ia juga memimpin Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBM).

Di luar PLN, Handy sempat menjabat Vice President Director PT Unelec Indonesia, perusahaan manufaktur transformator tenaga listrik, pada periode 2021-2025.

Kariernya di PLN sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Vice President PLN, Senior Planning Manager di Surabaya, Operations Manager di Bandung, Bali, dan Lampung, hingga Deputy Manager Research and Development (R&D).

Pengalaman tersebut membuat Handy memiliki kompetensi kuat dalam pengelolaan sistem tenaga listrik, transmisi, operasi dan pemeliharaan jaringan, perencanaan sistem, hingga pengembangan teknologi ketenagalistrikan.

Dari sisi akademik, Handy merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro Universitas Indonesia dengan konsentrasi Electrical Power Engineering. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology, Belanda, pada bidang Electrical and Electronics Engineering dan lulus dengan predikat cum laude.

Load More