- Novel Bamukmin ditunjuk sebagai Komisaris Hotel Indonesia Natour.
- HIN merupakan anak usaha BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia.
- Novel dikenal sebagai tokoh PA 212 dan pendukung Prabowo Subianto.
Suara.com - Nama Novel Chaidir Hasan Bamukmin atau yang lebih dikenal sebagai Novel Bamukmin menjadi sorotan setelah di media sosial usai ditunjuk sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Penunjukan tersebut menarik perhatian publik mengingat Novel selama ini dikenal sebagai tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta.
PT Hotel Indonesia Natour merupakan anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), holding BUMN yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari perusahaan terkait alasan penunjukan Novel sebagai komisaris.
Novel diketahui aktif di Persaudaraan Alumni 212 sebagai Wakil Ketua Umum. Sebelumnya, ia juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta. Organisasi FPI sendiri telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah pada akhir 2020.
Dalam kontestasi politik, Novel termasuk tokoh yang secara terbuka memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto. Pada Pemilu 2024, ia kembali menyatakan dukungannya kepada Prabowo. Sebelumnya, pada Pemilu 2019 saat Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno, Novel juga berada di barisan pendukung pasangan tersebut.
Saat itu, Novel sempat menjadi perhatian publik karena melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi saat mengampanyekan pasangan Prabowo-Sandi.
Selain itu, Novel juga pernah menyinggung kedekatan pendukung Prabowo dengan gerakan 212. Ia juga menyatakan kader Partai Gerindra turut membantu penanganan peristiwa KM50, termasuk dalam proses penjemputan dan pengurusan jenazah.
Hingga berita ini ditulis, Novel Bamukmin belum memberikan tanggapan kepada wartawan terkait penunjukannya sebagai Komisaris PT Hotel Indonesia Natour maupun mengenai tugas yang akan diembannya di perusahaan pelat merah tersebut.
Penunjukan jajaran komisaris di perusahaan BUMN maupun anak usaha BUMN menjadi perhatian publik karena posisi tersebut memiliki fungsi strategis dalam mengawasi tata kelola perusahaan, memastikan penerapan prinsip good corporate governance (GCG), serta mendukung pencapaian target bisnis perusahaan.
Baca Juga: Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Komisi Ojol 8 Persen Bikin Prospek GOTO Suram, Target Harga Saham Dipangkas
-
Isu BEI Bakal Rombak Total Aturan FCA, 3 Kriteria Ini Bakal Dihapus!
-
"Ini Bukan Keputusan yang Mudah" Akankah Tokopedia Bakal Senasib dengan Bukalapak?
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung