- IPO Persib dan Persija Ditunda, Belum Lolos Persyaratan BEI.
- Transformasi Bisnis Sepak Bola Masih Terkendala Tata Kelola.
- IPO Dinilai Penting untuk Pendanaan dan Profesionalisme Klub.
Suara.com - Rencana dua klub sepak bola terbesar di Indonesia, Persib Bandung dan Persija Jakarta, untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) harus ditunda. Pasalnya, beredar kabar bahwa keduanya belum berhasil melanjutkan proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Sumber Suara.com mengatakan seharusnya baik Persib dan Persija akan IPO bulan Juli 2026, tepatnya saat adanya parade IPO beberapa minggu lalu.
"Sebetulnya ada 8 yang akan IPO, tetapi yang lolos hanya 6 kemarin," kata sumber itu, Senin (20/7/2026).
Adapun 6 emiten tersebut antara lain, PT Niramas Utama Tbk. (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan Emiten milik Raffi Ahmad, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) yang resmi melantai pada tanggal 7 sampai 9 Juli 2026.
Alasan kedua klub besar tanah air itu gagal IPO adalah masih kurangnya persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga bursa menilai Persib dan Persija belum layak untuk IPO.
"Ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi, saya tak ingin bicara itu. Tapi berikan kesempatan bagi mereka untuk memenuhinya," katanya, sambil bicara bahwa peluang kedua klub itu untuk IPO masih terbuka lebar.
Padahal kata dia manajemen Persib dan Persija sangat menantikan hajatan besar ini, karena akan menjadi salah satu milestone perjalananan bagi klub tertua di Tanah Air itu. Apalagi kata dia dana segar IPO ini sebagian besar akan digunakan klub untuk modal kerja demi mengembangkan Persib dan Persija kedepannya secara profesional.
Belum masuknya Persib maupun Persija ke lantai bursa dinilai menjadi sinyal bahwa transformasi industri sepak bola menuju model bisnis yang lebih modern masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG), transparansi keuangan, hingga kesiapan memenuhi persyaratan sebagai perusahaan terbuka.
Sebelumnya, Persib sempat menyampaikan target untuk melakukan IPO pada 2026. Otoritas juga menegaskan bahwa peluang klub sepak bola masuk ke pasar modal tetap terbuka selama memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Para Analis Prediksi IHSG Menguat Hari Ini, Cek Saham-saham Rekomendasi
Sementara itu, Persija juga telah lama dikaitkan dengan rencana melepas sebagian saham kepada publik. Meski demikian, proses tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan sebagaimana yang dipersyaratkan regulator dan BEI.
IPO bukan sekadar langkah mencari pendanaan baru. Masuknya klub sepak bola ke pasar modal dapat menjadi momentum meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub melalui keterbukaan informasi, akuntabilitas kepada investor, serta diversifikasi sumber pembiayaan di luar sponsor dan penjualan tiket.
Hingga saat ini, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), pemilik klub Bali United, masih menjadi satu-satunya klub sepak bola Indonesia yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Keberhasilan tersebut kerap dijadikan acuan bahwa sektor olahraga memiliki peluang mengakses pasar modal apabila didukung fundamental bisnis yang kuat dan tata kelola yang baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus