- Cabai merah besar melonjak 18,96%, tertinggi di antara komoditas pangan.
- Beras, bawang, telur, dan minyak goreng kompak mengalami kenaikan harga.
- Daging ayam, daging sapi, dan cabai rawit hijau justru mengalami penurunan harga.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional kembali menunjukkan tren kenaikan pada Minggu (20/7/2026). Kenaikan paling tajam terjadi pada cabai merah besar yang melonjak hampir 19 persen dalam sehari, diikuti kenaikan harga beras, bawang, telur ayam ras, hingga minyak goreng.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dipantau pada pukul 10.50 WIB, harga cabai merah besar naik 18,96 persen atau Rp9.300 menjadi Rp58.350 per kilogram. Lonjakan tersebut menjadi yang tertinggi di antara komoditas pangan utama pada hari ini.
Harga cabai merah keriting juga meningkat 4,32 persen atau Rp2.000 menjadi Rp48.150 per kilogram. Sementara cabai rawit merah naik 8,84 persen atau Rp4.050 menjadi Rp55.150 per kilogram.
Di tengah kenaikan berbagai jenis cabai, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tajam. Harganya turun 29,57 persen atau Rp15.300 menjadi Rp36.450 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok beras. Beras kualitas bawah I naik 7,12 persen menjadi Rp15.800 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II meningkat 5,15 persen menjadi Rp15.300 per kilogram.
Selanjutnya, beras kualitas medium I tercatat naik 3,35 persen menjadi Rp16.950 per kilogram dan beras kualitas medium II meningkat 3,1 persen menjadi Rp16.650 per kilogram. Adapun beras kualitas super I naik tipis 0,85 persen menjadi Rp17.800 per kilogram, sementara beras kualitas super II menguat 3,79 persen ke level yang sama.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah ukuran sedang naik 9 persen menjadi Rp49.050 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang meningkat 10,51 persen menjadi Rp48.900 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga telur ayam ras segar naik 8,12 persen atau Rp2.350 menjadi Rp31.300 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras segar turun 1,19 persen menjadi Rp37.450 per kilogram.
Harga daging sapi juga mengalami koreksi. Daging sapi kualitas I turun 1,3 persen menjadi Rp148.600 per kilogram, sedangkan kualitas II melemah 1,62 persen menjadi Rp139.600 per kilogram.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Turun, Beras dan Gula Justru Naik
Sementara itu, harga minyak goreng kembali bergerak naik. Minyak goreng curah meningkat 4,39 persen menjadi Rp21.400 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 7,84 persen menjadi Rp26.150 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II bertambah 7,69 persen menjadi Rp25.200 per kilogram.
Untuk komoditas gula, harga gula pasir lokal masih bertahan di level Rp19.100 per kilogram. Namun, gula pasir kualitas premium naik 8,13 persen atau Rp1.650 menjadi Rp21.950 per kilogram.
Kenaikan harga berbagai komoditas pangan tersebut menunjukkan tekanan pada kebutuhan pokok masyarakat masih berlanjut. Meski sejumlah komoditas seperti daging ayam, daging sapi, dan cabai rawit hijau mengalami penurunan harga, mayoritas bahan pangan strategis masih bergerak naik sehingga berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus