Bisnis / Keuangan
Selasa, 21 Juli 2026 | 20:18 WIB
Pindar Samir adalah platform yang membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM. (Dok: Pindar Samir)

Suara.com - Platform Pindar Samir berhasil menutup semester pertama tahun 2026 dengan catatan penyaluran pembiayaan yang positif. Tercatat, total penyaluran pembiayaan Samir mencapai sebesar Rp2,3 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 84% secara tahunan.

Handy Juniandri, Direktur Utama Samir, mengatakan bahwa pertumbuhan total penyaluran pembiayaan di semester pertama tahun ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah peminjam (borrower) yang mencapai 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Menurut Handy, pertumbuhan yang terus berlangsung ini sebagai wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan tetap sehat dan berkelanjutan.

“Sebagai platform yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK, Samir memandang bahwa pertumbuhan pembiayaan harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik, tetap menjaga kualitas pembiayaan dan manajemen mitigasi risiko yang disiplin. Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” kata Handy di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hingga saat ini, Handy menerangkan, sudah ada sebanyak 11 institutional lender di mana tiga diantaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Kehadiran tiga institutional lender dari perbankan, jelas Handy, semakin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir semakin kuat.

“Kami selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya yang ada saat ini dengan skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien dan terus tumbuh berkelanjutan. Berikutnya, kami sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lainnya untuk menjadi institutional lender Samir, tentu dengan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen,”
terang Handy.

Handy menjelaskan, untuk portofolio penyaluran pembiayaan Samir, semakin menunjukkan performa yang terus naik di luar Pulau Jawa. Meski Pulau Jawa masih mendominasi di kisaran 69%, namun persentase tersebut mulai menurun akibat adanya kenaikan yang terjadi di Pulau Sumatra yang sudah menembus di angka 17% lalu disusul oleh Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan yang kenaikan penyaluran pembiayaan di masing-masing wilayah cukup merata.

“Selebihnya penyaluran pembiayaan Samir juga mengalami kenaikan di Pulau Kalimantan, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Papua, dan terakhir di Pulau Maluku yang sudah menembus di angka 1%. Samir berkomitmen untuk dapat menjadi jembatan bagi jutaan orang dan UMKM yang berharap dapat memperoleh modal usaha untuk tumbuh dan sekaligus menjadi mitra aktif bersama OJK maupun asosiasi dalam membangun kepercayaan masyarakat luas,” tambah Handy.***

Baca Juga: PERBANAS dan BRI Perkuat Sinergi Lawan Judi Online Lewat Literasi Keuangan

Load More