Bisnis / Keuangan
Senin, 27 Juli 2026 | 16:37 WIB
Ilustrasi penanaman pohon. [Ist]
Baca 10 detik
  • PT Link Net Tbk memperkuat komitmen ESG sejak 2025 melalui penanaman ribuan pohon di berbagai wilayah operasionalnya.
  • Perusahaan menanam 5.000 bibit mangrove di Kota Serang untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta ketahanan terhadap perubahan iklim.
  • Link Net menggandeng Pertamina Foundation serta melibatkan berbagai unsur lintas sektor untuk memastikan kelancaran program penanaman pohon tersebut.

Suara.com - Emiten infrastruktur digital PT Link Net Tbk (LINK) tidak hanya menggenjot bisnis internet, tapi memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Upaya ESG ini ditonjolkan lewat enanaman hingga 50.000 pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut diawali dengan penanaman 5.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kota Serang, Banten.

Program New Home-Pass, New Tree merupakan inisiatif keberlanjutan yang dijalankan Linknet sejak 2025. Melalui program ini, setiap perluasan jaringan homepass diimbangi dengan penanaman pohon di wilayah operasional perusahaan.

Pada 2025, Linknet telah menanam sebanyak 22.500 pohon yang terdiri atas 13.500 mangrove dan 9.000 pohon terestrial.

Logo Link Net. [Link net]

Direktur Utama PT Link Net Tbk, Kanishka Wickrama, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan agar pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.

"Kami ingin memastikan pertumbuhan bisnis Linknet berjalan seiringan dengan rasa aman, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami," ujarnya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Langkah tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Serang. Wali Kota Serang Budi Rustandi menilai mangrove memiliki peran penting dalam melindungi wilayah pesisir sekaligus mendukung ketahanan terhadap perubahan iklim.

"Mangrove adalah penjaga kita. Ia menahan abrasi, ia meredam gelombang dan rob, ia menjadi rumah bagi ikan, kepiting, dan biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan kita. Bahkan, satu hektar mangrove mampu menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis biasa. Menanam mangrove berarti kita sedang berinvestasi untuk masa depan Kota Serang yang tangguh terhadap perubahan iklim," kata Budi.

Baca Juga: PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Ia berharap gerakan serupa terus dikembangkan di Kota Serang agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dirasakan masyarakat pesisir.

"Mari kita jadikan mangrove sebagai identitas baru kebanggaan Kota Serang. Dari mangrove kita jaga lingkungan, dari mangrove kita kuatkan ekonomi nelayan, dan dari mangrove kita wariskan harapan untuk anak cucu kita," ujarnya.

Untuk memastikan penanaman dan perawatan mangrove berjalan optimal, Linknet menggandeng Pertamina Foundation sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga media dalam mendukung keberhasilan program.

Operation Director Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

"Kolaborasi pentahelix menjadi unsur keberhasilan program ini, di mana pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media saling berpartisipasi. Pemkot Serang memberikan dukungan kebijakan, Linknet dan Pertamina Foundation menjadi inisiator serta pelaksana program, mahasiswa dan pelajar dilibatkan sebagai edukasi ramah lingkungan, komunitas serta warga pesisir menjadi penjaga keberlanjutan mangrove, dan media membantu menyebarluaskan semangat kolaborasi ini," ujar Gusman.

Load More