Bisnis / Properti
Senin, 27 Juli 2026 | 17:52 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye]
Baca 10 detik
  • CEO Danantara Rosan Roeslani mengumumkan peluncuran program Danantara Housing untuk memasarkan aset properti BUMN di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026.
  • Program ini menawarkan pembiayaan terjangkau dengan suku bunga menarik dan pembayaran fleksibel guna mempercepat penjualan hunian BUMN yang belum terserap pasar.
  • Danantara bersama Kementerian PKP menargetkan pembangunan hunian MBR di Cikarang, Jawa Barat, yang memiliki akses intermoda transportasi.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) merencanakan peluncuran program Danantara Housing untuk mengoptimalkan penjualan aset properti milik BUMN yang selama ini belum terserap pasar.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa program tersebut ditujukan untuk memasarkan hunian, baik berupa rumah maupun apartemen, yang telah selesai dibangun oleh BUMN.

"Kan ada beberapa pembangunan sifatnya apartemen atau rumah yang selama ini sudah dibangun oleh BUMN tapi belum bisa terjual, kita akan mengadakan Danantara Housing," ujar Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). 

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Melalui program tersebut, Danantara akan menawarkan skema pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat guna mempercepat penyerapan stok hunian BUMN.

Rosan menambahkan, unit-unit hunian tersebut nantinya dapat dibeli oleh masyarakat dengan tawaran suku bunga yang lebih menarik serta skema pembayaran yang lebih fleksibel.

"Untuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik dan juga dengan cara pembayaran yang lebih baik," kata Rosan. 

Sebelumnya, Danantara telah membidik lokasi pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yaitu di Cikarang, Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena, memiliki akses intermoda transportasi.

Danantara akan bekerja sama dengan Kementerian PKP untuk mematangkan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah

Load More