- Harga minyak mentah dunia turun pada 28 Juli 2026 akibat penghentian sementara serangan militer AS ke Iran.
- Penurunan harga acuan Brent dan WTI terjadi karena peluang diplomasi yang meredakan ketegangan konflik di Timur Tengah.
- Ekspor minyak melalui Selat Hormuz merosot tajam menjadi 2,9 juta barel per hari pada pekan tersebut.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Penurunan ini dipicu oleh sikap pelaku pasar yang mencermati penghentian sementara serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran, yang membuka peluang solusi diplomasi serta pemulihan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.
Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 0,54 dolar AS atau 0,6 persen ke level 87,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 0,66 dolar AS atau 0,8 persen menjadi 81,95 dolar AS per barel.
Kedua acuan harga tersebut sempat melemah hingga 1 persen dan menyentuh level terendahnya dalam lebih dari sepekan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Senin bahwa Washington tengah menjalin "pembicaraan yang baik" dengan Tehran dan melihat adanya peluang penyelesaian konflik.
Kendati demikian, ia menegaskan serangan militer dapat kembali berlanjut jika negosiasi gagal. Sikap serupa juga disampaikan oleh pihak Iran terkait potensi serangan balasan.
Analis Pasar IG Tony Sycamore menilai, meredanya ketegangan militer sementara waktu berhasil menahan lonjakan harga dan mengurangi kekhawatiran atas potensi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi.
"Namun, situasinya tetap sangat dinamis," kata Sycamore.
Di sisi lain, lalu lintas kapal di jalur strategis seperti Laut Merah dan Selat Hormuz tercatat merosot signifikan.
Data Barclays menunjukkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan yang melintasi Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 24 Juli hanya mencapai rata-rata 2,9 juta barel per hari, turun tajam dibanding pekan sebelumnya sebesar 5,9 juta barel per hari.
Baca Juga: Harga Minyak Turun 8 Persen Usai Trump Ancam Iran: Pilih Damai atau Hancur Total?
Analis Marex Edward Meir menambahkan bahwa faktor utama yang menahan harga minyak tidak melambung lebih tinggi saat ini adalah penurunan permintaan (demand destruction), khususnya dari kawasan Asia.
Sementara itu dari dalam negeri AS, survei awal Reuters menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS diperkirakan menyusut pada pekan lalu, sedangkan persediaan distilat diproyeksikan mengalami peningkatan.
Berita Terkait
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari
-
Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak
-
Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!
-
Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
-
AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Serangan AS Ditunda, Harga Minyak Mentah Anjlok
-
UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan
-
IHSG Masih Loyo di Awal Perdagangan Selasa, Pantau Saham Bank
-
Premi Asuransi Kesehatan Terancam Naik? Ini Penjelasan Resmi OJK
-
Dari Takut ke Terbiasa: Perjalananku Mengenal TransJakarta
-
4 Shade Cushion Viva dan Cara Memilihnya agar Sesuai Undertone Kulit
-
Pecah Telur! Toy Story 5 Jadi Film Terlaris 2026 usai Raup Rp18,3 Triliun
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Cara Menggunakan My FanCam di Galaxy Fold8, Nonton Konser Bisa Puas Pantau Aksi Bias
-
Mitchell Baker Cetak Sejarah usai Hattrick di Debut Piala AFF 2026, Ikuti Jejak Legenda Garuda