Bisnis / Energi
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:26 WIB
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga anjlok. [Pexels]
Baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia turun pada 28 Juli 2026 akibat penghentian sementara serangan militer AS ke Iran.
  • Penurunan harga acuan Brent dan WTI terjadi karena peluang diplomasi yang meredakan ketegangan konflik di Timur Tengah.
  • Ekspor minyak melalui Selat Hormuz merosot tajam menjadi 2,9 juta barel per hari pada pekan tersebut.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Penurunan ini dipicu oleh sikap pelaku pasar yang mencermati penghentian sementara serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran, yang membuka peluang solusi diplomasi serta pemulihan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 0,54 dolar AS atau 0,6 persen ke level 87,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 0,66 dolar AS atau 0,8 persen menjadi 81,95 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga tersebut sempat melemah hingga 1 persen dan menyentuh level terendahnya dalam lebih dari sepekan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Senin bahwa Washington tengah menjalin "pembicaraan yang baik" dengan Tehran dan melihat adanya peluang penyelesaian konflik.

Kendati demikian, ia menegaskan serangan militer dapat kembali berlanjut jika negosiasi gagal. Sikap serupa juga disampaikan oleh pihak Iran terkait potensi serangan balasan.

Analis Pasar IG Tony Sycamore menilai, meredanya ketegangan militer sementara waktu berhasil menahan lonjakan harga dan mengurangi kekhawatiran atas potensi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi.

Ilustrasi rudal diluncurkan ke langit dalam operasi yang diklaim menargetkan Houthi Yaman. (Reuters)

"Namun, situasinya tetap sangat dinamis," kata Sycamore.

Di sisi lain, lalu lintas kapal di jalur strategis seperti Laut Merah dan Selat Hormuz tercatat merosot signifikan.

Data Barclays menunjukkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan yang melintasi Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 24 Juli hanya mencapai rata-rata 2,9 juta barel per hari, turun tajam dibanding pekan sebelumnya sebesar 5,9 juta barel per hari.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 8 Persen Usai Trump Ancam Iran: Pilih Damai atau Hancur Total?

Analis Marex Edward Meir menambahkan bahwa faktor utama yang menahan harga minyak tidak melambung lebih tinggi saat ini adalah penurunan permintaan (demand destruction), khususnya dari kawasan Asia.

Sementara itu dari dalam negeri AS, survei awal Reuters menunjukkan stok minyak mentah dan bensin AS diperkirakan menyusut pada pekan lalu, sedangkan persediaan distilat diproyeksikan mengalami peningkatan.

Load More