- PT Sumber Sinergi Makmur Tbk melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 12 persen pada Semester I 2026.
- Perusahaan melanjutkan transformasi berbasis AI secara bertahap hingga pertengahan 2028 untuk mengotomatisasi pekerjaan administratif.
- Penerapan teknologi AI ditargetkan meningkatkan efisiensi operasional bisnis hingga 45 persen secara berkelanjutan.
Suara.com - PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) melaporkan kinerja keuangan Semester I 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba kotor di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Berdasarkan laporan perusahaan, pendapatan IOTF meningkat 12 persen dibandingkan Semester I 2025. Sementara laba kotor naik 20 persen secara tahunan (year-on-year).
Perseroan menyebut, capaian tersebut ditopang oleh peningkatan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan.
Selain melaporkan kinerja keuangan, perusahaan juga melanjutkan transformasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Implementasi teknologi tersebut ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga pertengahan 2028.
Dalam rencana tersebut, sekitar 90 persen komposisi tenaga kerja ditargetkan berada pada level supervisor dan manajer. Sementara sejumlah pekerjaan administratif maupun operasional yang bersifat repetitif akan diotomatisasi menggunakan sistem AI.
Perseroan menyebut penerapan AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan proses bisnis hingga 45 persen.
Selain itu, pemanfaatan teknologi tersebut juga ditujukan untuk mempercepat pengambilan keputusan berbasis data secara real time, meningkatkan kepuasan dan retensi pelanggan, serta mendukung pengembangan layanan perusahaan.
CEO PT Sumber Sinergi Makmur Tbk, Alamsyah, mengatakan perusahaan terus mengembangkan pemanfaatan AI dalam proses bisnis.
“Kami terus fokus dalam memperkuat teknologi AI yang dapat menyederhanakan proses bisnis perusahaan kami," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen, Perkuat Ekosistem Digital dan Merchant
Menurut perseroan, implementasi AI juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas internal dan memperkuat daya saing perusahaan di industri teknologi.
Dengan penguatan fondasi teknologi tersebut, perusahaan menargetkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan.
"Kami sangat yakin bahwa kalau perusahaan kami sendiri sudah baik dalam implementasi AI, maka konsumen akan percaya dan memilih kami sebagai rekan kerja dalam membantu mereka memonitor pergerakan kendaraan yang ada dan pada akhirnya kami tetap menjadi pemenang dalam kompetisi di industri IoT transportasi darat di Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rugi WMPP Naik 2.446 Persen, Kinerja Perusahaan Tak Kunjung Membaik
-
Bisa Genjot Kinerja Perusahaan, Bos SIG Bocorin 3 Fokus Soal Keselamatan Pertambangan
-
Di Masa Pemulihan Pasca Pandemi, Astra Financial Mampu Tingkatkan Kinerja Perusahaan
-
Tingkatkan Kinerja Perusahaan, Bank DKI Berkomitmen untuk Terus Berinovasi dan Kolaborasi
-
Genjot Kinerja Perusahaan, Peruri Maksimalkan Platform Digital
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Efisiensi Perusahaan Lewat AI, IOTF Catat Pendapatan Tumbuh 12 Persen pada Semester I 2026
-
MAKI Tagih Nyali KPK: Segera Tahan Satori dan Heri Gunawan Terkait Kasus Korupsi CSR BI-OJK!
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
-
Donald Trump Klaim AS Punya Cukup Amunisi untuk Habisi Iran tapi...
-
Tipu Pengelola SPPG, Oknum ASN Lampung Timur Masuk Bui
-
Prancis Samakan AS dengan Korut, Anak Buah Trump Walk Out dari Sidang DK PBB
-
Apa Itu Makeup Vegan? Ini Penjelasan dan Rekomendasi dari Merek Lokal
-
Naik Transum, Aku Belajar Jatuh Cinta dengan Jakarta
-
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp18.063 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah di Asia