Bisnis / Keuangan
Rabu, 29 Juli 2026 | 16:48 WIB
IHSG masih alami pelemahan pada hari ini (29/7). [Antara]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah pada level 6.091 akibat kenaikan harga minyak dunia.
  • Peningkatan harga minyak mentah dipicu oleh serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.
  • Phintraco Sekuritas menyatakan sektor properti mengalami koreksi terbesar sedangkan sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah hingga akhir perdagangan, Rabu, 29 Juli 2026. IHSG ditutup melemah 39,20 poin atau 0,63 persen ke level 6.091.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah kenaikan kembali harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Indeks sempat dibuka di level 6.141 dan menyentuh level tertinggi harian di 6.174 sebelum akhirnya berbalik melemah hingga menyentuh level terendah 6.029.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi seiring kembali menguatnya harga minyak mentah lebih dari 3 persen setelah Iran melancarkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat (AS).

Ilustrasi penurunan grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"IHSG ditutup melemah di level 6.091,39 (-0,64%) pada perdagangan Rabu (29/7), setelah sempat dibuka menguat. Saham sektor properti mengalami koreksi terbesar (-2,75%) dan saham sektor teknologi membukukan kenaikan terbesar (+0,18%)," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Secara teknikal, Phintraco menilai indikator MACD mulai menunjukkan pelemahan momentum, meski IHSG masih bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka menengah.

"Sementara itu secara teknikal, histogram positif MACD menyempit dan berpotensi mengalami Death Cross. Namun IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.000-6.150 pada perdagangan Kamis (30/7)," tulis Phintraco Sekuritas.

Data Perdagangan IHSG

  • IHSG: 6.091 turun 39,20 poin (-0,63 persen)
  • Pembukaan: 6.141
  • Tertinggi: 6.174
  • Terendah: 6.029
  • Nilai transaksi: Rp22,77 triliun
  • Volume transaksi: 37,72 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 1.929.899 kali

Top Value

Baca Juga: Meski IHSG Ambruk, Investor Asing Guyur Dana Rp9,16 T di Pasar Modal

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Top Volume

  • PT Bank Neo Commerce Tbk (BNBR)
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
  • PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA)

Top Gainers LQ45

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) +2,80 persen
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) +2,29 persen
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) +1,65 persen

Top Losers LQ45

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -3,64 persen
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -2,82 persen
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) -2,61 persen

Top Gainers JII

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) +5,26 persen
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) +0,96 persen
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) +0,36 persen

Top Losers JII

  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) -5,20 persen
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) -5,04 persen
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) -3,89 persen

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More