- Kemenperin menyatakan industri manufaktur menahan produk jadi di gudang meskipun produksi serta pesanan meningkat pada Juli 2026.
- Pelaku industri menerapkan strategi wait and see sambil menunggu kepastian kebijakan pemerintah serta perkembangan indikator makroekonomi nasional.
- Kemenperin menilai kestabilan nilai tukar rupiah saat ini telah membantu industri dalam menyusun perencanaan bisnis dan rantai pasok.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan pelaku industri manufaktur masih memilih menahan produk jadi di gudang meski pesanan baru dan produksi meningkat pada Juli 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian sambil menunggu kepastian kondisi ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan komponen persediaan dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 turun 0,54 poin menjadi 49,18 atau berada pada fase kontraksi.
"Hasil produksi banyak yang ditahan di gudang. Ini tentu akan memicu pertanyaan, bagaimana bisa terjadi produk manufaktur ditahan di gudang sementara industri menilai permintaan meningkat dan produksi meningkat," kata Febri kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena sejumlah pelaku industri masih menerapkan strategi wait and see terhadap perkembangan indikator makroekonomi nasional serta arah kebijakan pemerintah.
Febri mencontohkan, industri petrokimia masih menunggu implementasi kebijakan penurunan bea masuk bahan baku yang diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan. Kebijakan tersebut dinilai akan memengaruhi struktur biaya produksi industri.
Selain itu, beberapa subsektor juga masih menunggu kepastian pemberian insentif pemerintah dan perkembangan suku bunga acuan Bank Indonesia sebelum meningkatkan penjualan produk yang telah diproduksi.
"Kami sampaikan penjelasannya, industri memang menilai permintaan meningkat, produksi juga terus mereka genjot, tetapi mereka menahan produk di gudang karena masih wait and see terhadap indikator makroekonomi Indonesia dan beberapa kebijakan pemerintah," ujarnya.
Meski demikian, Kemenperin menilai kondisi nilai tukar rupiah yang mulai stabil telah memberikan kepastian lebih baik bagi pelaku industri dalam menyusun rencana bisnis dan mengelola rantai pasok.
Baca Juga: Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
"Industri menyatakan nilai tukar rupiah saat ini sudah cukup stabil dan itu sudah cukup bagi mereka untuk membuat perencanaan serta berkoordinasi dengan rantai pasok mereka di hulu," kata Febri.
Berita Terkait
-
ISO 9001:2015, Bukti Prestasi Industri Konstruksi Waringin Megah
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja
-
Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas
-
Berantas Produk Ilegal, Industri Vape Ekspansi Distribusi ke Ritel
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang
-
Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?
-
Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah
-
Bikin Heboh! Mal Kota Kasablanka Dipasangi Pagar Besi Lancip, Warganet Mulai Berspekulasi, Ada Apa?
-
Misteri di Balik Makam yang Dibongkar: Suami Laporkan Rahasia Gelap Staf Kejari Mojokerto ke Polisi