BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:29 WIB
Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya menyasar efisiensi operasional, tetapi mulai menjadi senjata perusahaan untuk merebut dan mempertahankan pelanggan. Foto hanya ilustrasi.
  • Telkomsel integrasikan AI Braze untuk 153,5 juta pelanggan.
  • Pertamina Patra Niaga bidik loyalitas pelanggan lewat AI.
  • Ekonomi digital Indonesia diproyeksi US$360 miliar pada 2030.

Masuknya teknologi AI semakin agresif ke sektor bisnis tidak terlepas dari besarnya potensi ekonomi digital Indonesia.

Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030, didorong oleh peningkatan adopsi teknologi digital serta penggunaan AI di berbagai sektor.

Country Director Braze Indonesia Franz Sihaloho mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi Braze di kawasan Asia Pasifik.

Menurut dia, keputusan Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga menggunakan teknologi Braze menunjukkan semakin besarnya kebutuhan perusahaan Indonesia terhadap customer engagement yang didukung AI.

“Seiring Indonesia terus memajukan ekonomi digital dan ambisinya di bidang AI, kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi di pasar lokal,” ujar Franz.

Ia menambahkan, teknologi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan Indonesia menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal, tepercaya, dan bernilai.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menilai perkembangan teknologi AI harus diiringi dengan pendekatan yang tetap berpusat pada manusia.

Menurutnya, pemasaran saat ini tidak lagi sekadar menawarkan produk kepada konsumen. Perusahaan dituntut memahami pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang.

“Pemasaran kini tidak lagi sekadar mempromosikan produk. Pemasaran adalah tentang memahami manusia, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang bermakna,” ujar Neil.

Ia menekankan AI seharusnya melengkapi kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha memahami pelanggan secara lebih baik, menciptakan komunikasi yang lebih relevan, sekaligus memperkuat loyalitas.

Neil juga mencontohkan Bodypack, merek gaya hidup asal Bandung, sebagai gambaran bagaimana kekuatan interaksi dengan pelanggan dan konsistensi cerita merek dapat membantu produk lokal berkembang menjadi merek yang dipercaya.

Menurut dia, platform customer engagement berbasis AI dapat membuka peluang bagi industri kreatif Indonesia untuk menjangkau konsumen global.

Pemerintah pun mendorong penerapan AI secara bertanggung jawab melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan perusahaan teknologi.

Dengan demikian, perkembangan AI tidak hanya menjadi tren teknologi, tetapi juga berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Di sisi lain, Braze menyatakan Indonesia tetap menjadi pasar strategis di Asia Pasifik. Perusahaan tersebut telah mengoperasikan pusat data regional selama lebih dari satu tahun untuk menyediakan lingkungan lokal bagi pengelolaan data pelanggan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com