- Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 melalui strategi transformasi ekonomi berbasis sektor bernilai tinggi.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan target tersebut di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026, dalam konferensi pers RAPBN 2027.
- Pemerintah menetapkan target sasaran pembangunan meliputi inflasi 2,5 persen, kemiskinan 6-6,5 persen, serta defisit anggaran 2,4 persen terhadap PDB.
Sementara itu, PMI manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan level 50,2. Penjualan otomotif juga tumbuh 33,3 persen secara tahunan, sedangkan penjualan kendaraan elektrik dan hybrid tumbuh lebih dari 40 persen.
Airlangga juga menyebut konsumsi listrik meningkat 10,8 persen dan penjualan semen tumbuh 13,5 persen secara tahunan.
Dari sektor keuangan, dana pihak ketiga tumbuh 10,21 persen, kredit tumbuh 12,67 persen, sementara kredit investasi tumbuh 24,9 persen secara tahunan.
"Jadi ini merupakan sebuah kesempatan yang baik," pungkas Airlangga.