Ekonomi RI Naik Kelas, Riset DBS Ungkap Peluang Sustainability Shift di 5 Sektor Strategis

Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:07 WIB
Ilustrasi Bank DBS
  • Bank DBS Indonesia meluncurkan riset keberlanjutan lima sektor strategis pada 23 Agustus 2026 untuk memetakan pergeseran bisnis.
  • Kelima sektor industri menghadapi pergeseran dari kepatuhan menuju strategi bisnis inti dengan tantangan dan kebutuhan pembiayaan berbeda.
  • Riset mengidentifikasi peluang investasi seperti energi terbarukan, pusat data, lokalisasi farmasi, dan hilirisasi pertambangan berkelanjutan.

"Momentum pertumbuhan AI membuat pusat data menjadi growth engine baru bagi ekosistem digital Indonesia. Namun, ketersediaan energi terbarukan dan kepastian kebijakan ke depan akan sama pentingnya dengan besarnya potensi pasar dalam menentukan keputusan investasi," kata Chairman Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma.

Di sektor Pangan dan Agribisnis, fokus bergeser dari ekspansi produksi menuju produktivitas dan ketahanan pangan. Indonesia memproduksi sekitar 60% pasokan sawit dunia, namun pertumbuhan berikutnya bergantung pada replanting, peningkatan hasil panen, dan sertifikasi RSPO/NDPE, dan bukan lagi perluasan lahan.

"Tantangan keberlanjutan kelapa sawit ke depan bukan lagi soal ekspansi lahan, melainkan bagaimana produktivitas ditingkatkan secara bertanggung jawab. Produsen kini bergerak ke arah penanaman kembali, intensifikasi, dan penguatan ketertelusuran digital untuk memenuhi standar seperti RSPO dan EUDR, sekaligus mempertahankan akses ke pasar global," kata Kompartemen Hubungan Stakeholders Bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Agam Fatchurrochman.

Sektor Kesehatan dan Farmasi juga mengalami transformasi dari ketergantungan impor menuju resiliensi rantai pasok. Sekitar 90% bahan baku farmasi aktif (API) Indonesia masih diimpor.

Peluangnya ada pada lokalisasi API secara selektif, penguatan manufaktur, diversifikasi pemasok, serta skema pembiayaan tambahan seperti copayment/KAPJ.

Di sisi lain, sektor Logam dan Pertambangan bergeser dari ekspansi skala produksi menuju daya saing berkelanjutan. Indonesia menguasai sekitar 60% produksi nikel dunia, namun sekitar 97% listrik untuk pemrosesan nikel masih berasal dari captive coal power.

“Seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap carbon performance, produk nikel dengan intensitas karbon yang lebih rendah berpotensi memiliki diferensiasi nilai di pasar global. Pemanfaatan energi terbarukan, penguatan ketertelusuran, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab akan semakin penting dalam mempertahankan daya saing dan akses Indonesia ke pasar global serta rantai pasok baterai,” kata Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah.

Temuan riset menunjukkan bahwa besarnya peluang keberlanjutan di suatu sektor tidak serta-merta membuat sebuah proyek mendapatkan pembiayaan.

Kesiapan proyek, profil risiko, kepastian arus kas, serta kompleksitas struktur pembiayaan menjadi faktor penting yang menentukan apakah suatu peluang dapat direalisasikan.

Bank DBS Indonesia memosisikan perannya lebih dari sekadar penyedia modal, yakni mencakup sustainability financing, sustainability-linked financing, structured/blended finance, hingga advisory untuk membantu perusahaan meningkatkan kesiapan proyek.

"Bagi kami, temuan riset ini menegaskan bahwa strategi yang akan memenangkan persaingan ke depan adalah yang mampu memadukan penciptaan nilai, ketahanan, dan keberlanjutan sekaligus, bukan memilih salah satu di antaranya," kata Head of Research PT Bank DBS Indonesia William Simadiputra.

Riset ini mengerucutkan temuan dari kelima sektor menjadi lima prioritas strategis: bergerak ke segmen rantai nilai yang lebih tinggi, berinvestasi pada infrastruktur pendukung pertumbuhan, mengintegrasikan sustainability ke dalam keputusan komersial, memperluas pembiayaan ketahanan (resilience financing), serta membangun ekosistem yang terintegrasi lintas sektor.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com