- Banjir bandang akibat runtuhnya gletser di perbatasan Nepal dan Tibet menewaskan ratusan orang pada Rabu lalu.
- Tim SAR melanjutkan pencarian ribuan korban hilang setelah cuaca buruk mereda dan meminta bantuan ahli internasional.
- Pemerintah memperkirakan biaya pemulihan mencapai Rp78 triliun serta menguburkan jenazah tak dikenal demi mencegah penyakit.
Dukungan Bantuan Luar Negeri dan Kebutuhan Teknis
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyampaikan bahwa negaranya memerlukan bantuan spesialis internasional untuk menangani dampak kerusakan yang kompleks.
Nepal membutuhkan tim ahli untuk merujuk evakuasi korban yang terjebak di dalam terowongan, memulihkan jalur transportasi dan komunikasi, melakukan pengujian DNA, serta menyediakan fasilitas penyimpanan jenazah skala besar.
Merespons permohonan tersebut, India telah mengirimkan tiga penerbangan yang membawa 60 ton bantuan logistik mencakup selimut, obat-obatan, dan bahan makanan. Pemerintah India beserta China juga telah menterjunkan tim ahli teknik terowongan ke lokasi bencana untuk membantu memulihkan akses transportasi yang terputus.
Sementara itu, di wilayah perbatasan Gyirong, Tibet, lebih dari 50 petugas penyelamat China harus menggunakan tali untuk menembus kawasan hutan dan tebing curam guna menyisir puing-puing material lumpur dan bebatuan demi menemukan sisa-sisa korban selamat.