Dana IPO Superbank Rp719 Miliar Masih Menganggur

Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB
Superbank resmi melantai di bursa, Rabu (17/12/2025). [Suara.com/Rina]
BACA 10 DETIK
  • Dana IPO Superbank Rp719,2 miliar masih belum digunakan hingga Juni 2026.
  • Realisasi belanja modal baru Rp100 miliar dari target Rp819,2 miliar.
  • Dana tersisa ditempatkan di FASBI dengan imbal hasil 3,75%.

Suara.com - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) masih menyisakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp719,23 miliar hingga 30 Juni 2026. Dana tersebut belum direalisasikan sesuai rencana awal perusahaan dan kini ditempatkan pada fasilitas simpanan Bank Indonesia (FASBI).

Berdasarkan revisi laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO yang disampaikan Superbank dalam keterbukaan informasi pada 5 September 2026, perseroan sebelumnya menghimpun dana bruto sebesar Rp2,80 triliun melalui IPO yang efektif pada 17 Desember 2025. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp67,43 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp2,73 triliun.

Namun, realisasi penggunaan dana hingga 30 Juni 2026 baru mencapai Rp2,01 triliun atau 73,7% dari total dana bersih hasil IPO. Artinya, masih terdapat Rp719,23 miliar atau 26,3% dana yang belum digunakan.

Yang menjadi sorotan adalah realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) Superbank yang masih sangat rendah. Dari rencana Rp819,23 miliar atau 30% dana IPO untuk belanja modal, perusahaan baru merealisasikan Rp100 miliar atau sekitar 3,7% dari total dana bersih IPO.

Dengan demikian, terdapat deviasi penggunaan dana sebesar Rp719,23 miliar pada pos belanja modal. Sementara itu, penggunaan untuk modal kerja telah mencapai Rp1,91 triliun atau 70% dari dana bersih IPO, sesuai dengan rencana perusahaan.

Dana yang belum digunakan tersebut untuk sementara ditempatkan pada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dengan jangka waktu overnight dan tingkat imbal hasil 3,75%. Penempatan ini menunjukkan sebagian dana hasil IPO belum mengalir ke ekspansi atau investasi yang sebelumnya direncanakan perseroan.

Superbank menetapkan target penggunaan dana IPO hingga Desember 2030 untuk pos belanja modal. Meski demikian, rendahnya realisasi capex hingga semester I 2026 menjadi indikasi bahwa pemanfaatan dana untuk kebutuhan investasi masih berjalan jauh lebih lambat dibandingkan rencana awal.

Di sisi lain, Superbank juga mengeluarkan biaya IPO sebesar Rp67,43 miliar atau 2,19% dari dana bruto yang dihimpun. Biaya tersebut antara lain mencakup jasa penjaminan emisi, jasa penyelenggaraan, jasa penjualan, profesi penunjang pasar modal, lembaga penunjang serta biaya lainnya.

Reporter: Esther Nadya

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com