IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG dibuka anjlok ke level 6.533 dan turun ke 6.528 pada awal perdagangan Senin, 14 September 2026.
  • Kiwoom Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang mengalami rebound teknikal yang didorong oleh sentimen positif Wall Street.
  • Analis Oktavianus Audi memperkirakan rentang support IHSG berada di kisaran 6.478 dengan titik resistensi 6.600.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah pada awal perdagangan, Senin, 14 September 2026. IHSG dibuka anjlok ke level 6.533

Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus terjerumus ke zona merah dengan turun 0,20 persen ke level 6.528.

Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,76 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp907,78 serta frekuensi sebesar 132.980 kali.

Di waktu itu, terdapat 239 saham menghijau, sedangkan, 303 saham merosot. Sisanya, 421 saham masih belum bergerak alias stagnan.

IHSG memerah pada awal perdagangan hari ini. Foto Rina-Suara.com

Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:

Top Gainer

  • FORU
  • LAPD
  • MSKY
  • PTSN
  • MPIX

Top Loser

  • EMAS
  • LUCY
  • UDNG
  • ISAP
  • CASA

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan memiliki peluang besar untuk mencetak penguatan atau rebound teknikal pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.

Optimisme pergerakan indeks acuan bursa domestik ini banyak ditopang oleh sentimen positif dari menghijaunya bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), meskipun pada akhir pekan lalu IHSG sempat tergelincir turun sebesar 0,73 persen.

Penurunan sebelumnya turut diwarnai aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai Rp733 miliar, dengan sasaran pelepasan pada saham-saham berkapitalisasi raksasa seperti BBCA, CUAN, CPIN, ADRO, dan BBNI.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, membedah indikasi teknikal yang memperlihatkan peluang pembalikan arah pergerakan IHSG yang ditopang pertahanan level support.

"Untuk awal pekan depan kami perkirakan berpotensi terjadi technical rebound dengan terbentuk pola hammer dari candlestick dan mempertahankan support MA10/6.533," ujar Oktavianus dalam risetnya.

Ia menetapkan rentang level penahan (support) IHSG berada di kisaran 6.478 dengan titik resistensi (resistance) di 6.600. Meski demikian, pemodal tetap diminta waspada terhadap indikator Relative Strength Index (RSI) yang masih bergerak melandai turun.

Kiwoom Sekuritas Indonesia: Menyarankan strategi buy on break pada saham ISAT ketika berhasil menembus level 2.480, serta aksi beli spekulatif pada saham pelayaran BULL dengan membidik area resistensi 478.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com