- Menteri AHY menyatakan bahwa kualitas sumber daya manusia yang unggul sangat menentukan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
- Menteri Iftitah Sulaiman meminta Tim Ekspedisi Patriot memberikan dampak nyata selama empat bulan bertugas di kawasan transmigrasi.
- Tim Ekspedisi Patriot UNDIP melakukan edukasi penanganan stunting multidimensional di Distrik Senggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Suara.com - Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan pembangunan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kualitas SDM menjadi kunci agar sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Pada akhirnya, semua bergantung pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya yang kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat," ujar AHY di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman mendorong Tim Ekspedisi Patriot untuk tidak sekadar menjalankan tugas di lapangan, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
"Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya," ujar Iftitah.
Dorongan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) yang melakukan edukasi mengenai malnutrisi dan stunting.
Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut kesehatan ibu dan anak, pendidikan, sanitasi, pola pengasuhan hingga akses terhadap layanan kesehatan.
Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot UNDIP Prof Dr Diana Nur Afifah mengatakan, stunting memiliki banyak dimensi yang berkaitan dengan kualitas manusia.
"Stunting bukan hanya persoalan kekurangan asupan gizi, tetapi berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan anak, penyakit infeksi, sanitasi, pola pengasuhan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Banyak sekali masukan dari peserta yang ingin ikut berkontribusi pada penanganan stunting di wilayah Distrik Senggi ini," kata Diana.
Dalam konteks pembangunan, persoalan kualitas SDM menjadi penting karena pembangunan fisik perlu diikuti dengan kesiapan manusia yang akan mengelola dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia.
Karena itu, penanganan stunting dapat menjadi bagian dari upaya membangun kualitas manusia sejak dini. Perbaikan kesehatan dan gizi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya tenaga kesehatan.
Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur maupun pengelolaan sumber daya. Kualitas manusia yang mampu mengelola sumber daya tersebut juga menjadi bagian penting dalam menentukan manfaat pembangunan bagi masyarakat.