Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB
Logo Claude. [anthropic]
BACA 10 DETIK
  • Startup AI Anthropic berencana menggelar IPO setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November mendatang.
  • Perusahaan memproyeksikan valuasi pasar melampaui US$2 triliun meskipun mencatatkan kerugian bersih US$42 miliar pada tahun 2025.
  • Aksi korporasi ini bertujuan mendanai kebutuhan infrastruktur komputasi cloud serta ekspansi bisnis secara masif.

Target valuasi raksasa sebesar US$2 triliun yang dipatok saat ini bernilai lebih dari dua kali lipat dibandingkan proyeksi valuasi internal perusahaan pada bulan Mei lalu, yang kala itu diestimasi berada di kisaran US$965 miliar (sekitar Rp17.364,21 triliun).

Sebagai catatan bagi investor, kerugian bersih nyaris US$42 miliar tersebut sudah mencakup beban akuntansi sekitar US$34 miliar (sekitar Rp611,79 triliun). Beban akuntansi ini mencerminkan adanya lonjakan nilai estimasi pembiayaan yang pada akhirnya dapat dikonversi menjadi saham Anthropic, dan bukan murni merupakan uang tunai yang dihabiskan perusahaan untuk menjalankan roda bisnis sehari-hari.

Dalam prospektusnya, Anthropic secara transparan memaparkan faktor risikonya. Perusahaan menyebutkan bahwa hampir seperempat dari total pendapatannya pada tahun lalu hanya ditopang oleh dua pelanggan utama. Perusahaan juga memberikan peringatan bahwa banyak dari klien terbesarnya tidak terikat oleh kontrak jangka panjang, sehingga mereka dapat dengan mudah memangkas atau bahkan menghentikan total pengeluaran mereka sewaktu-waktu.

Untuk menjaga likuiditas operasionalnya, Anthropic tercatat memiliki kas, setara kas, serta portofolio investasi jangka pendek dengan total mencapai US$20,28 miliar (sekitar Rp364,91 triliun) per tanggal 31 Desember.

Rencana debut Anthropic ini akan menyusul kesuksesan aksi IPO epik (blockbuster) dari perusahaan antariksa SpaceX, yang berhasil memvaluasi perusahaan milik Elon Musk tersebut di angka US$1,77 triliun (sekitar Rp31.849,38 triliun).

Pergerakan saham SpaceX tercatat sempat melonjak tajam sebesar 19 persen pada debut perdananya 12 Juni lalu menjadi US$160 (sekitar Rp2,87 juta). Namun, saham tersebut saat ini diperdagangkan terkoreksi di kisaran US$147 (sekitar Rp2,64 juta), yang mana angka tersebut masih berada di atas harga penawaran awal IPO yang dipatok sebesar US$135 (sekitar Rp2,42 juta) per lembarnya.

Kinerja pergerakan saham pasca-IPO semacam itu dapat memicu sikap kehati-hatian (pause) dari para investor ketika mereka harus mengevaluasi valuasi perusahaan rintisan dengan tingkat pertumbuhan tinggi yang harganya dipatok sangat premium. Terlebih lagi, sektor saham AI dan cip semikonduktor baru-baru ini mengalami tekanan aksi jual yang cukup masif.

IPO Anthropic ke depannya akan menjadi ujian berat untuk membuktikan apakah antusiasme pasar terhadap tren transaksi AI mampu bertahan dari pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap proyeksi pertumbuhan fantastis mereka.

Terlepas dari berbagai rintangan tersebut, pencatatan saham Anthropic diproyeksikan akan menjadi tonggak penutup bagi salah satu tahun terkuat dalam sejarah IPO di Amerika Serikat sejak era 2021.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com