Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, bakal mengguyur beras premium 300 ribu ton hingga akhir tahun untuk atasi kelangkaan harga beras. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
BACA 10 DETIK
  • Perum Bulog menyiapkan pasokan beras komersial sebanyak 300 ribu ton hingga Desember 2026 di Jakarta untuk meredam kenaikan harga beras premium.
  • Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan realisasi pengolahan beras komersial tersebut kini telah mencapai sekitar 71 ribu hingga 72 ribu ton.
  • Kenaikan harga beras di pasaran dipicu oleh faktor musim panen terbatas serta tingginya harga gabah petani yang melampaui harga pembelian pemerintah.

Suara.com - Perum Bulog menyiapkan pasokan beras komersial sebanyak 300 ribu ton hingga Desember mendatang untuk mengisi pasar ritel modern. Langkah ini dilakukan guna merespons kenaikan harga beras, khususnya jenis premium, yang kerap terjadi pada periode paceklik antara September dan Oktober.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penugasan utama Bulog berfokus pada pengendalian beras medium.

Kendati demikian, karena arahan Menteri Pertanian, Bulog akan turut mempercepat produksi beras komersial berkualitas premium guna meredam gejolak harga di pasaran.

"Kemarin sesuai arahan Pak Menteri, karena ada indikasi mulai ada kenaikan-kenaikan tersebut, Bulog diperintahkan untuk segera membuat beras komersial dengan jumlah 300 ribu ton sampai dengan bulan Desember nanti," kata Rizal di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Beras premium Bulog. (Dok: Bulog)

Ia mengungkapkan, realisasi pengolahan beras komersial tersebut hingga saat ini telah mencapai sekitar 71 ribu hingga 72 ribu ton.

Proses produksi ini melibatkan jaringan mitra Bulog dari berbagai daerah untuk memastikan pasokan dapat segera menjangkau pusat distribusi, gerai ritel modern, serta pasar-pasar di bawah program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Kalau teman-teman monitor di lapangan khusus yang di kota-kota besar, ritel-ritel modern sudah mulai terisi banyak dengan beras-beras premium buatannya Bulog, yaitu mulai dari beras BeFood, Punakawan, termasuk Sentra Ramos," kata Rizal. 

Selain faktor musim panen yang terbatas, kenaikan harga beras di pasaran juga dipicu oleh tingginya harga gabah di tingkat petani yang telah melampaui harga pembelian pemerintah (HPP).

Rizal menyebut harga gabah kering di tingkat petani saat ini berkisar di atas Rp7.000 hingga mencapai Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

"Sehingga kalau harga pembeliannya sudah tinggi, maka pengolahan gabahnya menjadi beras juga akan meningkat. Nah, namun mudah-mudahan dalam waktu dekat dengan intervensi Bulog ini yang 300 ribu ton harga akan stabil," pungkasnya. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com