Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
BACA 10 DETIK
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah memproses hukum 102 tersangka mafia pangan di Jakarta hingga Jumat (9/10/2026).
  • Penindakan tegas tersebut juga menyasar pejabat internal Kementerian Pertanian, termasuk seorang direktur yang kini telah dipenjara.
  • Perum Bulog mendistribusikan 15.000 ton jagung bersubsidi dari Pelabuhan Tanjung Perak untuk menstabilkan harga pasaran.

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengakui masih ada mafia pangan masih beredar di tengah masyarakat. Mafia ini dengan seenaknya mempermainkan harga pangan.

Amran menyatakan pemerintah akan menindak pihak-pihak yang mengambil keuntungan dengan mengorbankan masyarakat, termasuk petani dan peternak kecil.

"Yang selalu mempermainkan, pasti ada. Itu sudah kepastian karena ingin mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat kecil. Dan itu perintah Presiden, basmi," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Amran kemudian menyinggung penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan pangan. Ia menyebut sudah ada 102 tersangka mafia pangan hingga saat ini yang sudah diproses hukum.

Ilustrasi pasar tradisional. [Antara/Novrian Arbi/tom]

"Sudah ada yang mempermainkan pangan, sudah ada ditangkap belum? Sudah tulis belum? Sudah 100 tersangka. 102 sampai hari ini," kata Amran.

Menurut dia, pemerintah akan terus menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran di sektor pangan. Penindakan tersebut juga menyasar internal Kementerian Pertanian.

"Dan bukan saja dari luar, dari Kementerian Pertanian berapa kami pecat, berapa kami tersangkakan, minta ditersangkakan oleh penegak hukum. Itu ada kelas direktur dipenjara sekarang," tuturnya.

Meski ada mafia pangan, Amran tidak secara spesifik menyebut pihak yang diduga bermain dalam kenaikan harga pakan ternak.

Di tengah persoalan harga pakan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan baku pakan ternak.

Salah satunya, melalui penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp5.000 per kilogram.

Pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp3.000 per kilogram untuk jagung SPHP. Pasalnya, harga jagung di pasaran saat ini disebut telah mencapai Rp8.000 per kilogram.

Perum Bulog juga mengerahkan pasokan jagung dari sejumlah sentra produksi, termasuk Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Sebanyak 15.000 ton jagung yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak akan didistribusikan masing-masing 5.000 ton ke Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Jawa Barat dan Banten.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com