Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/YU]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau pada September 2026 mengganggu operasional penerbangan nasional.
  • Sebanyak delapan bandara termasuk Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik yang membahayakan penerbangan.
  • Pemerintah bersama pemangku kepentingan berhasil menangani sekitar 300 ribu penumpang terdampak melalui koordinasi tanggap darurat yang terpadu.

"Bayangkan kalau di kondisi seperti ini kami regulator hanya bekerja sendiri, oh sudah ampun. Mungkin masyarakat sudah banyak komplain, ngeluh, dan lain sebagainya," katanya di Bandung, Jumat (2/10).

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (Suara.com/Bagaskara)

Kesiapsiagaan Transportasi Perlu Diperkuat

Bagi Dudy, pengalaman menghadapi erupsi GAK harus menjadi dasar untuk menyempurnakan prosedur tanggap darurat. Setiap pihak perlu memahami perannya agar respons terhadap gangguan besar dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Sinergi regulator, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, dan maskapai juga diperlukan untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.

Pemerintah berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat ketahanan transportasi nasional dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat lain yang berpotensi mengganggu operasional dan pelayanan publik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com