- PHE OSES mengenalkan habitat dan siklus hidup penyu, fungsi mangrove, serta ancaman terhadap populasi penyu.
- Para siswa menanam 100 pohon mangrove dan melepas 10 tukik penyu ke habitat alaminya sebagai bagian dari pembelajaran menjaga ekosistem pesisir.
- PHE OSES menilai keterlibatan anak-anak dan masyarakat penting untuk menjaga kelestarian pesisir secara berkelanjutan serta melahirkan agen konservasi cilik di Pulau Sabira.
Suara.com - Industri minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya berhadapan dengan tantangan menjaga keberlanjutan produksi energi, tetapi juga menghadapi kebutuhan untuk memperhatikan kelestarian lingkungan di wilayah operasinya, termasuk ekosistem pesisir.
Salah satu upaya yang dilakukan PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) adalah mendukung edukasi konservasi penyu dan mangrove di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Penanaman mangrove menjadi salah satu cara untuk mengenalkan fungsi vegetasi pesisir sebagai pelindung kawasan pantai sekaligus habitat bagi berbagai jenis biota.
Sementara pelepasan tukik memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai upaya pelestarian penyu dan pentingnya menjaga keberlangsungan siklus hidup satwa tersebut.
Head of Communications, Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, mengatakan edukasi konservasi kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun keberlanjutan pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.
"Konservasi tidak hanya berbicara mengenai menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga bagaimana menumbuhkan kepedulian dan rasa memiliki pada generasi yang akan datang," ujar Danya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Dalam hal ini, PHE OSES mengajak 131 siswa berusia 7-14 tahun dari SD-SMP Satap Sabira untuk mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan edukasi dan praktik konservasi.
Para siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai habitat dan siklus hidup penyu, fungsi mangrove, serta ancaman terhadap populasi penyu. Mereka juga terlibat langsung dalam penanaman 100 pohon mangrove dan pelepasan 10 ekor tukik penyu ke habitat alaminya.
Menurut Danya, keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam menjaga lingkungan pesisir, termasuk di Pulau Sabira yang kehidupan warganya berkaitan erat dengan kawasan tersebut.
"Kami berharap edukasi seperti ini dapat terus berkembang dan melahirkan agen-agen konservasi cilik yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kemauan untuk ikut menjaga lingkungan di sekitarnya," pungkas Danya.