Investor Pasar Modal RI Melonjak 50%, OJK Soroti Literasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi investor. [Freepik]
BACA 10 DETIK
  • Investor pasar modal RI mencapai 32,17 juta pada akhir September 2026.
  • Sebanyak 1,03 juta investor baru masuk pasar modal sepanjang September.
  • OJK dan Bibit memperluas edukasi reksa dana syariah untuk memperkuat literasi investasi.

Suara.com - Jumlah investor pasar modal Indonesia menembus 32,17 juta pada akhir September 2026. Namun, lonjakan jumlah investor tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap produk investasi, risiko, dan pengelolaan keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal meningkat lebih dari 50% sejak awal tahun atau secara year-to-date (YtD). Pada September 2026 saja, terdapat penambahan 1,03 juta investor baru.

Di tengah pertumbuhan tersebut, edukasi investasi terus diperluas, termasuk untuk instrumen reksa dana syariah. PT Bibit Tumbuh Bersama, perusahaan agen penjual efek reksa dana (APERD), turut mendukung program Sosialisasi dan Edukasi (SOSEDU) Program PINTAR Reksa Dana yang diselenggarakan OJK bersama Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) di Yogyakarta pada 8–9 Oktober 2026.

Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta Eko Yunianto mengatakan jumlah investor reksa dana di wilayahnya mencapai 375.672 Single Investor Identification (SID) pada Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 40,16% secara tahunan dibandingkan Agustus 2025 yang sebanyak 268.050 SID.

Menurut Eko, pertumbuhan tersebut menunjukkan reksa dana semakin dipertimbangkan masyarakat sebagai alternatif instrumen investasi.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, mengatakan pertumbuhan jumlah investor perlu disertai peningkatan pemahaman agar masyarakat tidak sekadar membuka rekening investasi, tetapi juga memahami produk yang dipilih.

“Namun, inklusi tidak berhenti pada kemudahan membuka akses investasi. Masyarakat juga perlu memahami produk yang dipilih, risiko yang menyertainya, dan bagaimana investasi tersebut dapat mendukung tujuan keuangan mereka,” ujar William.

Program edukasi di Yogyakarta menyasar wartawan, mahasiswa, komunitas, dan pelajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian SOSEDU Reksa Dana Syariah semester kedua 2026 yang direncanakan berlangsung di lima kota, yakni Yogyakarta, Cirebon, Kendari, Palembang, dan Balikpapan, sebelum ditutup di Jakarta.

William menambahkan, investasi rutin dapat membantu membangun disiplin keuangan jika dilakukan berdasarkan tujuan dan kemampuan finansial. Salah satu pendekatannya adalah Systematic Investment Plan (SIP), yaitu investasi berkala dengan nominal yang telah ditentukan.

Melalui metode tersebut, investor dapat berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu memiliki modal besar. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing investor.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com