6 Macam KPR BRI dan Perbedaannya, Cek yang Paling Cocok untuk Anda

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:11 WIB
Ilustrasi
BACA 10 DETIK
  • PT Bank Rakyat Indonesia menyediakan beragam fasilitas pembiayaan properti komprehensif bagi masyarakat perkotaan.
  • BRI menawarkan enam jenis kategori KPR yang disesuaikan dengan kondisi finansial dan preferensi nasabah.
  • Layanan KPR ini memberikan kemudahan seperti uang muka ringan serta tenor maksimal dua puluh tahun.

Suara.com - Memiliki hunian, baik berupa rumah tinggal maupun apartemen, merupakan salah satu capaian finansial terbesar bagi masyarakat, khususnya kalangan usia produktif di kota-kota besar. Tingginya harga properti kerap kali menjadi tantangan utama, namun kehadiran fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan membuka jalan bagi masyarakat untuk mewujudkan impian tersebut. Menjawab dinamika kebutuhan properti yang terus berkembang, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perseorangan yang dirancang sangat komprehensif.

Layanan pembiayaan properti dari BRI ini mencakup spektrum yang luas. Nasabah tidak hanya difasilitasi untuk membeli rumah tinggal konvensional, tetapi juga aset properti lain seperti apartemen, rumah toko (ruko), hingga rumah kantor (rukan). Fleksibilitas ini berlaku untuk pembelian melalui pihak pengembang (developer) maupun non-developer. Lebih jauh, layanan ini mengakomodasi berbagai skenario kepemilikan, mulai dari pembelian unit baru, unit bekas, refinancing, top up, kebutuhan pembangunan dari awal, renovasi hunian, hingga skema take over dari bank lain.

Guna memberikan solusi yang presisi dan tepat sasaran, BRI membagi portofolio pembiayaan perumahannya ke dalam enam jenis KPR yang disesuaikan dengan kondisi finansial dan preferensi nasabah.

Kategori pertama adalah BRI KPR Primary, yang dikhususkan bagi masyarakat yang ingin membeli properti baru. Skema ini melayani pembiayaan rumah tinggal, apartemen, ruko, maupun rukan yang dikembangkan oleh pihak developer yang telah menjalin kerja sama resmi dengan BRI. Bagi nasabah yang lebih memilih untuk membeli properti di lingkungan yang sudah terbangun atau dari penjual perorangan, BRI menyediakan KPR Secondary. Layanan ini memfasilitasi pembelian properti bekas pakai, baik melalui perantara pengembang maupun transaksi langsung secara non-developer.

Bagi nasabah existing yang telah menjalankan masa cicilan, terdapat fasilitas BRI KPR Top Up. Layanan penambahan limit kredit ini dapat diakses oleh nasabah yang KPR-nya sudah berjalan minimal selama satu tahun. Syarat utamanya adalah memiliki riwayat pembayaran angsuran (kolektibilitas) yang berstatus lancar tanpa hambatan selama enam bulan terakhir. Injeksi dana tambahan dari fasilitas top up ini sangat bermanfaat untuk dialokasikan pada kebutuhan produktif lainnya, seperti renovasi rumah, perluasan bangunan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

BRI juga menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan akses papan bagi seluruh lapisan masyarakat melalui penyaluran BRI KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Program ini didedikasikan khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Syarat utama untuk mengakses program subsidi ini adalah total penghasilan gabungan keluarga (suami dan istri) tidak boleh melebihi Rp8 juta per bulan. Aturan ketat diberlakukan untuk memastikan program tepat sasaran; fasilitas ini hanya berlaku untuk pembelian rumah pertama, belum pernah menerima subsidi perumahan sebelumnya, wajib dihuni secara pribadi, serta dilarang keras untuk dijual, disewakan, atau dikontrakkan selama lima tahun pertama masa kredit.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat urban terhadap kelestarian lingkungan, BRI merilis inovasi BRI KPR Green Financing. Fasilitas pembiayaan masa depan ini ditujukan untuk pembelian rumah tinggal yang telah mengantongi sertifikasi green financing atau bangunan ramah lingkungan, baik yang dibeli melalui pengembang rekanan maupun perorangan. Selain itu, bagi investor atau pencari properti di bawah harga pasar, tersedia BRI KPR Solusi. Skema ini secara spesifik mendanai pembelian properti yang berstatus sebagai sumber agunan BRI, yang transaksinya dilakukan melalui proses lelang eksekusi KPKNL maupun sistem penjualan di bawah tangan.

Daya tarik utama dari layanan KPR BRI terletak pada serangkaian keunggulan kompetitif yang dirancang untuk meringankan beban finansial nasabah jangka panjang. Salah satu fitur yang paling diminati oleh generasi milenial adalah kebijakan uang muka ( Down Payment / DP) yang sangat ringan, bahkan bisa dimulai dari 0%. Keringanan di tahap awal ini dipadukan dengan penerapan suku bunga yang kompetitif dan biaya administrasi kredit yang tergolong ringan.

Untuk menjaga rasio cicilan agar tetap sehat terhadap pendapatan bulanan, nasabah diberikan keleluasaan untuk memilih jangka waktu pinjaman (tenor) yang sangat panjang, yakni mencapai maksimal 20 tahun. Menariknya, bagi pasangan suami istri yang ingin memperbesar limit persetujuan kredit, pengajuan KPR dapat dilakukan menggunakan skema joint income atau penggabungan penghasilan bulanan.

Seluruh proses pengajuan dirancang agar berjalan mudah dan cepat. Guna memitigasi risiko di masa depan, fasilitas KPR ini telah di-bundling atau dilengkapi langsung dengan proteksi Asuransi Jiwa Kredit serta Asuransi Kerugian/Kebakaran. Terkait urusan pembayaran cicilan bulanan, nasabah tidak perlu repot melakukan transfer manual setiap bulannya, karena sistem pembayaran dapat diatur secara otomatis melalui fasilitas pendebetan rekening Automatic Fund Transfer (AFT) maupun Automatic Grab Fund (AGF).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com