Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:12 WIB
Pengusaha Haji Isam terus melakukan manuver bisnis dengan membeli saham BYAN dari Low Tuck Kwong. Desain Suara.com/AI
BACA 10 DETIK
  • PT Bayan Resources Tbk menegaskan tetap fokus mengembangkan usaha utamanya meskipun Haji Isam telah mengambil alih saham perusahaan.
  • Perusahaan menyatakan belum ada perubahan rencana belanja modal, investasi, ekspansi, maupun pembahasan sinergi dengan PT Jhonlin Baratama.
  • Manajemen memastikan transaksi jual beli saham tersebut tidak mengakibatkan perubahan pihak pengendali pada perseroan hingga saat ini.

Suara.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengungkapkan strategi bisnis, setelah pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengambil alih saham.

Manajemen BYAN, menyatakan tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha utamanya sesuai strategi serta rencana bisnis yang telah ditetapkan.

Perseroan juga memastikan belum terdapat perubahan rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, maupun kerja sama strategis setelah transaksi saham tersebut.

"Perseroan akan tetap berfokus pada keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha utamanya sesuai dengan strategi dan rencana bisnis yang telah ditetapkan," ujar Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Selasa (13/10/2026).

Lokasi tambang milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (Dok: Bayan Resources)

Bayan Resources juga menyampaikan bahwa kegiatan operasional anak perusahaan perseroan yang bergerak di bidang pertambangan telah beroperasi untuk mencapai target produksi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Sementara itu, terkait rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, maupun kerja sama strategis, perseroan menyatakan belum terdapat perubahan hingga saat ini.

"Hingga saat ini, belum terdapat perubahan atas rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, dan/atau kerja sama strategis Perseroan," jelas Jenny.

Namun, Bayan Resources menyatakan hingga saat ini belum terdapat pembahasan antara perseroan dan Jhonlin Baratama terkait potensi sinergi.

"Hingga saat ini, belum terdapat pembahasan antara Perseroan dan PT Jhonlin Baratama sehubungan dengan potensi sinergi antara Perseroan dengan PT Jhonlin Baratama," kata Jenny.

Low Tuck Kwong Masih Jadi Pengendali

Dalam pembelian saham ini, Jhonlin Baratama memiliki saham yang mewakili 30,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang diterima perusahaan, harga transaksi yang dilaporkan mencapai Rp2.588 per saham.

Meski terjadi perubahan kepemilikan saham dalam jumlah besar, Bayan Resources menegaskan bahwa penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian pada perseroan.

"Sebagaimana telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Penyelesaian Transaksi berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (sebagaimana telah diubah) No. 533/BR-OJK/X/2026 tanggal 8 Oktober 2026, penyelesaian transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian pada Perseroan," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com