- IPC TPK mencatat throughput 2,83 juta TEUs pada Januari-September 2026, naik 8,2%.
- Volume peti kemas September tumbuh 7% menjadi 325.884 TEUs.
- Teluk Bayur mencatat pertumbuhan tertinggi pada September, mencapai 19,2% secara tahunan.
Suara.com - Arus bongkar muat peti kemas di IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) terus meningkat hingga akhir kuartal III-2026. Sepanjang Januari-September 2026, volume bongkar muat mencapai 2.836.445 twenty-foot equivalent units (TEUs), tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.621.101 TEUs.
Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas logistik dan perdagangan yang masih bergerak positif. Namun, peningkatan volume bongkar muat juga menjadi tantangan bagi pelaku industri untuk memastikan kelancaran distribusi barang dan efisiensi biaya logistik.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan kinerja operasional perusahaan sekaligus aktivitas perdagangan nasional.
"Pertumbuhan positif di akhir Triwulan III ini menjadi bukti nyata komitmen IPC TPK dalam memberikan layanan bongkar muat yang optimal dan efisien," ujar Daniel dalam keterangan tertulis.
Tren kenaikan juga terlihat pada September 2026. Volume bongkar muat peti kemas di seluruh terminal yang dikelola IPC TPK mencapai 325.884 TEUs, naik 7% dibandingkan September 2025 yang sebanyak 304.358 TEUs.
Sejumlah terminal mencatatkan pertumbuhan signifikan pada bulan tersebut. Terminal Teluk Bayur membukukan kenaikan tertinggi sebesar 19,2% secara tahunan. Sementara itu, Terminal Tanjung Priok tumbuh 9% dan Terminal Pontianak meningkat 5,1%.
Daniel berharap peningkatan produktivitas tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap sektor logistik, terutama dalam memperlancar distribusi barang dan menekan biaya rantai pasok.
"Harapan terbesar kami, lonjakan produktivitas ini tidak sekadar menjadi pencapaian angka bagi IPC TPK, tetapi benar-benar mampu mendorong efisiensi rantai pasok, menekan biaya logistik, dan berkontribusi langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.