Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:10 WIB
Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Pertamina membina Rumah Anak Pesisir di Bitung yang menjangkau lebih dari 145 anak.
  • Sejak 2023, RASI menggelar lebih dari 20 kegiatan edukasi dan pelestarian pesisir.
  • Program TJSL ini mendorong pendidikan berkualitas dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Suara.com - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung mengembangkan Rumah Anak Pesisir (RASI), ruang pendidikan nonformal yang menggabungkan pembelajaran anak dengan edukasi lingkungan pesisir. Sejak hadir pada 2023, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini telah menjangkau lebih dari 145 anak di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Berlokasi di kawasan permukiman Candi, Lingkungan III, Kelurahan Bitung Barat 1, RASI tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan mengenal lingkungan tempat mereka tumbuh.

Program ini menggunakan metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Anak-anak diajak mengeksplorasi lingkungan, membuat prakarya, mengikuti permainan edukatif, hingga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelestarian pesisir.

Melalui pendekatan tersebut, edukasi lingkungan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan kepedulian sejak dini.

Area Manager Communication Relations and CSR Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memahami nilai pesisir bagi kehidupan dan masa depan mereka.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa pesisir bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari kehidupan dan masa depan mereka. Dari rasa cinta terhadap lingkungan inilah kami berharap tumbuh generasi yang peduli, berani menjaga, dan mampu membawa perubahan bagi lingkungannya,” kata Lilik.

Founder Rumah Cinta Kasih, Jesiska Christi Sarempa, mengatakan setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan, kasih sayang, dan ruang untuk berkembang. Menurut dia, perubahan sosial dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Perubahan tidak melulu mulai dari sesuatu yang besar, namun hal-hal kecil yang kita mulai dengan niat baik dan cinta yang besar bisa membawa energi kebaikan yang lebih banyak lagi,” ujar Jesiska.

Sejak beroperasi, RASI telah menyelenggarakan lebih dari 20 rangkaian kegiatan, mulai dari Festival Anak Pesisir, Misi Pelestarian Pesisir, prakarya, pengembangan metode pembelajaran bagi tutor, hingga berbagai perlombaan dan peringatan hari besar.

Pelaksanaan program turut melibatkan kelompok masyarakat binaan, relawan, pengajar, warga, dan pemangku kepentingan lokal. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ruang belajar bagi anak-anak di kawasan pesisir.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas, sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com