Berstatus Standalone Market, Bursa Ini Justru Naik 3.000 Persen Usai Ganti Presiden!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi. Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • MSCI menurunkan Argentina ke Standalone Market pada 2021 akibat pembatasan arus modal.
  • Javier Milei menggantikan Alberto Fernández pada Desember 2023 dan mendorong reformasi ekonomi.
  • Bursa melonjak dalam peso, tetapi keuntungan riil harus dihitung dengan memperhitungkan inflasi dan kurs.

Artinya, ada dua cerita yang perlu dipisahkan: kenaikan indeks akibat perubahan nominal dan kurs, serta kenaikan nilai investasi setelah memperhitungkan depresiasi mata uang. Keduanya penting untuk memahami apakah lonjakan bursa benar-benar menghasilkan keuntungan riil.

Meski pasar saham mengalami penguatan, Argentina belum otomatis memperoleh kembali status pasar berkembang MSCI.

Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Dalam peninjauan klasifikasi 2026 yang diumumkan pada Juni, MSCI tetap mempertahankan Argentina dalam kategori Standalone Market. Pembatasan dan persoalan aksesibilitas pasar masih menjadi hambatan bagi proses peningkatan klasifikasi.

Dengan demikian, penguatan bursa dan perbaikan kebijakan ekonomi belum cukup untuk memastikan Argentina kembali masuk ke indeks pasar berkembang. Investor internasional masih perlu melihat konsistensi reformasi, akses terhadap modal, serta keberlanjutan stabilisasi ekonomi.

Pengalaman Argentina memperlihatkan bahwa penurunan status di indeks global bukan akhir dari cerita pasar modal sebuah negara. Pergantian pemerintahan dan perubahan kebijakan dapat mengubah ekspektasi investor, tetapi kenaikan harga saham saja belum cukup membuktikan bahwa seluruh persoalan ekonomi telah selesai.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com