- IHSG turun 188,496 poin dan kembali berada di bawah level psikologis 5.000. Nilai transaksi mencapai Rp25,07 triliun dengan volume 32,04 miliar saham.
- Kekhawatiran perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market masih menekan IHSG. Investor asing juga masih melakukan aksi jual, meski beberapa saham mulai bangkit setelah pengumuman buyback.
- Menurut Phintraco Sekuritas, tekanan pelemahan masih berlanjut jika saham berkapitalisasi besar tetap tertekan. Sebaliknya, IHSG berpeluang kembali menembus 5.000 pada perdagangan Selasa (20/10/2026) apabila saham-saham tersebut mulai pulih.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup semakin terpuruk hingga di bawah level 5.000 ada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. IHSG turun 188,49 poin atau 3,64 persen ke level 4.996
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG sempat menyentuh level terendah 4.907 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih tinggi. Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik di tengah kekhawatiran investor terhadap rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
MSCI sebelumnya membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Ketidakpastian tersebut mendorong investor menghindari aset berisiko dan meningkatkan tekanan jual di pasar saham.
Otoritas bursa telah mengambil sejumlah langkah untuk merespons kondisi tersebut. Di antaranya menjatuhkan sanksi denda administratif kepada sejumlah pihak yang dianggap melakukan pelanggaran serta mengubah batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7 persen.
Meski tekanan jual oleh investor asing masih berlangsung, sejumlah saham mulai bangkit dari batas ARB setelah beberapa emiten mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback.
Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut, terutama apabila aksi jual terhadap saham-saham berkapitalisasi besar belum mereda.
Sebaliknya, jika saham-saham berkapitalisasi besar mulai mengalami pemulihan, IHSG berpeluang kembali menguat menembus level 5.000 pada perdagangan Selasa (20/10/2026).
Data Perdagangan IHSG Senin, 19 Oktober 2026
- IHSG: 4.996,609 turun 188,496 poin atau -3,64 persen
- Pembukaan: 4.962
- Tertinggi: 5.013
- Terendah: 4.907
- Nilai transaksi: Rp25,07 triliun
- Volume transaksi: 32,04 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.580.183 kali
Top Value
- BBRI: Rp2.540, turun Rp100 atau 3,79 persen.
- BMRI: Rp3.360, turun Rp30 atau 0,88 persen.
- TLKM: Rp1.770, turun Rp130 atau 6,84 persen.
Top Volume
- GOTO: Rp24, turun Rp1 atau 4,00 persen.
- BBRI: Rp2.540, turun Rp100 atau 3,79 persen.
- TLKM: Rp1.770, turun Rp130 atau 6,84 persen.
Top Gainers LQ45
- INCO: Rp3.620, naik Rp170 atau 4,93 persen.
- AADI: Rp10.175, naik Rp275 atau 2,78 persen.
- PGAS: Rp1.220, naik Rp30 atau 2,52 persen.
Top Losers LQ45
- MDKA: Rp2.260, turun Rp170 atau 7,00 persen.
- AMMN: Rp3.480, turun Rp260 atau 6,95 persen.
- MBMA: Rp348, turun Rp26 atau 6,95 persen.
Top Losers JII
- MDKA: Rp2.260, turun Rp170 atau 7,00 persen.
- MBMA: Rp348, turun Rp26 atau 6,95 persen.
- RAJA: Rp456, turun Rp34 atau 6,94 persen.
Sektor Saham yang Paling Tertekan
- IDX Basic Materials: turun 4,57 persen.
- IDX Infrastructures: turun 4,45 persen.
- IDX Cyclicals: turun 4,09 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.