Usai MBG Dapat Anggaran Prioritas, Suahasil Kini Puji BGN

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:34 WIB
[Kiri-Kanan] Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Suahasil Nazara, Gubernur BI Destry Damayanti, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi saat konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. [Suara.com/Novian]
BACA 10 DETIK
  • Suahasil memuji pembenahan BGN yang membuat pengelolaan MBG lebih efisien.
  • BGN memperketat operasional dapur, jumlah porsi, dan kebutuhan sekolah penerima.
  • Belanja negara Q4-2026 ditargetkan Rp1.300 triliun, naik dari Rp1.200 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memuji pembenahan pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) usai pihaknya memasukkan program ini menjadi salah satu program prioritas.

Suahasil bilang perbaikan manajemen dinilai mulai membuat pelaksanaan program tersebut lebih efisien di tengah upaya pemerintah mengoptimalkan belanja negara.

Suahasil mengatakan efisiensi anggaran tidak sekadar dilakukan dengan memangkas belanja, tetapi juga memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan keluaran sesuai target pemerintah.

“Poinnya bukan hanya potong anggarannya, tapi bagaimana mencapai output dari yang direncanakan dengan pelaksanaan yang efisien,” kata Suahasil di Istana Negara, Senin (19/10/2026).

Suasana kantor BGN di Jakarta Pusat saat digeledah Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026). (Suara.com/Lilis)

Ia mencontohkan MBG yang mengalami perubahan pengelolaan di bawah manajemen baru BGN. Pembenahan dilakukan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), jumlah porsi makanan yang disediakan, hingga kebutuhan sekolah penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program lebih tepat sasaran sekaligus menekan potensi pemborosan anggaran.

“Saya ambil contoh MBG sekarang sudah mengalami perubahan pengelolaan yang luar biasa. Itu dilakukan manajemen BGN baru,” ujarnya.

Menurut Suahasil, perbaikan tata kelola menjadi salah satu cara pemerintah mencari ruang efisiensi dalam pelaksanaan APBN. Evaluasi belanja akan terus dilakukan, terutama menjelang akhir tahun anggaran 2026.

Meski demikian, ia menegaskan efisiensi tidak berarti pemerintah menghentikan belanja untuk program prioritas. Pemerintah tetap akan menjalankan agenda yang telah ditetapkan Presiden, termasuk MBG.

Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, pemerintah justru menargetkan realisasi belanja negara pada kuartal IV-2026 mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja pada periode yang sama tahun lalu, sekitar Rp1.200 triliun.

“Dengan demikian nanti kita pahami akan ada pelaksanaan anggaran yang lebih efisien, tapi seluruh kegiatan prioritas pemerintah presiden kita jalankan. Kita yakin belanjanya akan mencapai Rp1.300 triliun di Q4 dan ini akan lebih tinggi dari tahun lalu,” jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com