Kinerja Keuangan Makin Sehat, Laba Bruto DIGI Melonjak Jadi 20 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:54 WIB
(dari kiri ke kanan) Jajaran Direksi PT Arkadia Digital Media Tbk, Komisaris Independen Ariyo Ali Suprapto, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, Komisaris Utama Stephen Kurniawan, Direktur Utama Suwarjono dan Direktur Popi Puspitasari saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kimaya Hotel Jakarta, Jumat (12/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Rugi bersih DIGI menyusut 73,9% menjadi Rp729,93 juta pada Januari-September 2026.
  • Laba bruto DIGI melonjak 20,62% menjadi Rp15,09 miliar meski pendapatan turun.
  • Beban keuangan turun, tetapi kas menyusut dan ekuitas masih negatif Rp4,60 miliar.

Suara.com - PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten media digital ini berhasil menekan kerugian hingga 73,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ditopang oleh peningkatan laba bruto dan penurunan beban keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dikutip pada keterbukaan informasi, Rabu (21/10/2026), DIGI membukukan rugi bersih sebesar Rp729,93 juta. Angka tersebut menyusut signifikan dibandingkan rugi bersih Rp2,79 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan ini juga tercermin dari rugi per saham dasar yang turun menjadi Rp0,45, dibandingkan Rp1,72 pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi pendapatan, DIGI mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp26,48 miliar. Nilai tersebut turun 5,27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,95 miliar.

Meski pendapatan melemah, perusahaan berhasil meningkatkan laba bruto menjadi Rp15,09 miliar, atau tumbuh 20,62% dibandingkan Rp12,51 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bruto ditopang oleh penurunan beban pokok penjualan dan pendapatan menjadi Rp11,38 miliar, dari sebelumnya Rp15,44 miliar. Kondisi ini menunjukkan perbaikan efisiensi biaya langsung yang menopang kegiatan usaha perusahaan.

Namun, tantangan masih membayangi kinerja operasional DIGI. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp14,01 miliar dari Rp13,80 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, beban lainnya naik menjadi Rp1,77 miliar, dibandingkan Rp1,35 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan beban tersebut masih menahan perusahaan untuk membukukan laba bersih.

Di sisi lain, beban bunga dan keuangan berhasil ditekan menjadi Rp177,30 juta, dari sebelumnya Rp263,89 juta. Penurunan ini turut membantu memperkecil kerugian sebelum pajak menjadi Rp859,07 juta, dibandingkan Rp2,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset DIGI tercatat sebesar Rp16,81 miliar per akhir September 2026, turun dari Rp17,67 miliar pada akhir Desember 2025. Kas dan setara kas juga menyusut menjadi Rp490,36 juta, dari sebelumnya Rp3,47 miliar.

Sementara itu, total liabilitas perusahaan mencapai Rp21,41 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp21,76 miliar pada akhir 2025. Adapun perusahaan masih membukukan ekuitas negatif sebesar Rp4,60 miliar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com